Friday, March 29, 2013

Apa Kata Mereka Tentang Asuransi

Penyesalan yang paling menyedihkan pada saat kita kehilangan orang - orang yang kita cintai, bukanlah hanya hilangnya rasa kebersamaan dan kehilangan mereka secara fisik saja, tapi adalah kehilangan kesempatan untuk berbuat sesuatu yang terbaik, baik itu sifatnya penghormatan, aktualiasasi dari rasa terima kasih atau balas budi atau yang sudah merupakan suatu kewajiban kepada orang - orang yang lebih tua semasa mereka hidup.

Berikut ini adalah beberapa testimonial pilihan dari sebagian prospek dan klien saya, seputar manfaat asuransi atau tentang pengalaman mereka dengan orang - orang yang mereka cintai.


Bapak HN, 37 tahun, Pegawai Negeri, Kampung Sawah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten - "Saya seorang pegawai negeri, saya senang menjadi pegawai negeri karena merupakan cita - cita saya sebagai pengabdian kepada negara. Kami berlima, saya, istri saya dan ketiga anak saya, usia anak saya yang paling kecil masih 1 tahun. Kalau pegawai negeri, kesejahteraan sosial dan kesehatan hanya diperuntukkan bagi 1 istri dan 2 orang anak, jadi anak saya yang paling kecil ini adalah anak swasta. Saya ingin dia (anak bungsunya) juga mendapatkan jaminan sosial dan kesehatan yang sama, bisa tumbuh dengan baik, mengenyam pendidikan yang berkualitas dan memiliki hak yang sama dengan kedua kakaknya. Walaupun istri saya bekerja di perusahaan swasta, namun masa depan anak - anak saya adalah tanggungjawab yang selalu ada dipundak saya sebagai ayahnya sampai dia (anak bungsunya) bisa mandiri."

Bapak S, 64 tahun, Pengusaha Mebel, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten - "Istri saya telah mengidap penyakit Diabetes Mellitus sejak 10 tahun yang lalu, saya ingin dia selalu sehat dan tetap ceria sama seperti pada saat saya bertemu dengannya. Saya tetap rawat dia walaupun dirinya (istrinya) tidak pernah ambil pusing dan mengeluh dengan penyakit yang dideritanya. Saat ini dia (istrinya) tidak pernah masuk rumah sakit, bisa beraktifitas seperti biasa dan tetap mengkonsumsi vitamin yang dapat mengontrol kadar gulanya dan hidup normal. Uang yang banyak tidak dapat membahagian saya, jika bagian dari kehidupan saya ada yang tidak merasakan kebahagiaan tersebut bersama - sama. Saya ingin dia memiliki asuransi kesehatan, namum sudah beberapa asuransi tidak bisa menerima pengajuan asuransinya, saya sudah merasa sudah cukup tua untuk bisa memberikan lebih dibandingkan pada saat saya masih muda dulu, oleh karena itu saya ingin ada asuransi yang bisa menjamin perawatan kesehatannya jika saya sudah tidak ada lagi."

Ibu J, 54 tahun, Pedagang Perabotan Rumah Tangga, Cinere, Jakarta Selatan - "Pada saat saya gadis, saya berangan - angan ingin punya suami pegawai negeri, yang waktu itu saya merasa menjadi istri pegawai negeri akan lebih terjamin hidupnya dengan adanya pensiun, namun jodoh adalah rahasia Allah SWT, saya akhirnya bersuamikan seorang ajudan pribadi dokter yang tidak memiliki pensiun dan berpenghasilan pas - pasan. Saya sendiri merintis usaha saya mulai dari pasar tradisional yang becek diemperan toko, sampai saat ini saya bisa menyewa toko yang besar. Saya ingin membuatkan asuransi untuk diri saya sendiri dan suami saya, saya ingin pada saat kami (saya dan suami) sudah tidak ada, ada sesuatu yang berarti untuk anak - anak dan cucu kami. Saya ingin punya pensiun, seperti harapan saya waktu masih gadis. Sebelum mas (penulis) datang ke toko saya, saya pernah menanyakan asuransi kepada pemilik toko yang saya sewa ini yang juga seorang agen asuransi, namun entah kenapa, pemilik toko tersebut menolak membantunya, saya terus berdoa kepada Tuhan untuk diberikan jalan, agar mimpi saya tersebut dapat terwujud. Entah kenapa besoknya, saya ditemukan dengan mas yang menawarkan asuransi, awalnya saya berpikir kalau mas itu anak buahnya sipemilik toko, ternyata bukan. Saya bersyukur kepada Allah SWT dengan ditunjukkan jalan dengan mudah untuk menggapai mimpi saya dan suami untuk memiliki pensiun."

Bapak MN, 41 tahun, Pedagang Perabotan Rumah Tangga, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten - "Saya sudah merasakan pahit dan senangnya hidup, saya tahu bagaimana rasanya sengsara. Diusia yang bisa dibilang diatas rata - rata saya baru menikah, saat ini anak saya baru satu dan berusia 1 tahun. Saya dulu adalah pedagang pasar malam, saya begitu sibuk untuk memperbaiki kehidupan saya sampai akhirnya saya memiliki sebuah toko di pasar ini. Dengan usia saya ini, saya ingin istri dan anak - anak saya hidup dengan berkecukupan jika saya sudah tidak mampu lagi bekerja atau sudah dipanggil Allah SWT. Bayangkan, pada saat anak saya berusia 25 tahun nanti, saya sudah berusia 65 tahun dan itu baru anak pertama, belum lagi anak kedua dan seterusnya, saya mau mengusahakan sesuatu yang terbaik (bagi mereka), seperti yang sudah saya usahakan, sebelum saya memiliki toko ini dengan keyakinan bahwa dengan memaksakan diri menyisakan keuntungan dari usaha saya yang saat ini bisa dibilang sudah jauh lebih baik, untuk jaminan masa depan mereka nanti. Ini tanggung jawab saya sebagai orang tua dan suami, saya tidak mau ikut terseret ke neraka, jika hidup mereka tidak pantas sepeninggal saya."

Ibu SI, 46 tahun, Single Parent dan Penjual Kerupuk, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten - Saya sudah setahun ditinggal suami karena menderita jantung koroner. Suami saya bekerja disuatu perusahaan kontraktor terkenal, yang telah mengerjakan banyak bisnis properti di Jakarta, semasa hidup saya, tidak terpikir oleh saya untuk berdagang kerupuk seperti sekarang ini. Hidup kami serba berkecukupan saat itu, anak kami yang pertama mampu melanjutkan sekolah sampai ke jenjang S1. Pada saat suami saya sakit hingga meninggal, segala biaya pengobatan ditanggung oleh kantor tempat suami saya bekerja, ini sangat meringankan Sekarang saya harus mencukupi kebutuhan rumah tangga dan memastikan kelanjutan pendidikan anak - anak saya. Saya berharap saya mampu menyelesaikan apa yan sudah suami saya usahakan untuk mereka (anak - anaknya). Saya ingin punya asuransi, tapi saat ini hidup saya, sangat pas - pasan, banyak yang musti saya pikirkan saat ini, sewa tempat usaha, uang kuliah dan sekolah anak saya dan uang makan sehari - hari. Nanti begitu saya sudah ada rejeki lebih baik, saya pasti menghubungi mas"

Bapak MZ, 70 tahun, Tidak memiliki pekerjaan tetap, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten -  "Usia saya sudah 70 tahun, saya punya 6 orang anak, istri saya sudah meninggal dunia lebih dahulu. Untuk bertahan hidup, saya membantu keponakan saya disini. Saya ingin anak - anak menghargai saya, selama ini saya hidup boros dan egois, tidak pernah memikirkan secara serius masa depan dan apa yang menjadi harapan mereka. Saat ini anak - anak saya sudah berkeluarga semua dan masing - masing berusaha untuk hidup layak. Saya merasa ini kesalahan saya. Setelah kamu jelaskan bahwa saya memiliki kesempatan untuk meninggalkan sesuatu yang bisa menjadi warisan untuk anak - anak dan cucu saya, walaupun tidak dalam jumlah yang banyak, saya langsung berniat untuk ikut berasuransi. Semoga sedikit yang saya tinggalkan itu, bisa menjadi amanah buat mereka. Saat ini saya mendapatkan 10 - 20 ribu perhari dari keponakan saya, saya ingin menyisihkan 250 ribu untuk ikut berasuransi tiap bulannya, untuk makan saya dapat dari keponakan saya, doakan saya terus sehat dan tetap bisa bayar asuransi dengan lancar."

Ibu C, 71 tahun, Pedagang Perabotan Rumah Tangga, Pasar Rumput, Jakarta Selatan - Pada saat dijelaskan kepadanya bahwa ibu C ini tidak bisa mengajukan asuransi lagi karena kendala usia, ibu C ini menyampaikan keinginan dan harapannya untuk masa depannya. "Saya ingin dikuburkan di kampung halaman saya, tentu ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Saya memiliki satu orang anak dan saya tidak ingin membebani anak atau keluarga dengan keinginan saya itu. Saat ini tiga kios yang saya punya, saya operasikan sendiri, anak tunggal saya ini belum terpanggil hatinya untuk meneruskan usaha saya dan tetap berusaha untuk memiliki penghasilan sendiri tanpa bantuan orang tua, padahal saya merasa sudah cukup tua dan ingin beristirahat dan memberikan kesempatan dari sisa hidup saya untuk mewariskan ilmu yang saya punya untuk anak saya ini." Akhirnya ibu ini mengajukan kepesertaan asuransi ini atas nama anaknya, tapi dia yang bayar, ide ini datang dari dia sendiri padahal saya sudah kehabisan akal saat itu dengan tekad ibu itu ikut berasuransi dan juga dengan keterbatasan usia si ibu, tapi ternyata niatan ibu tersebut ditolak oleh anaknya, karena merasa bahwa asuransi bukan merupakan solusi yang terbaik untuk ibunya dan sekali lagi ibu itu mengajukan ide untuk menabung 100ribu rupiah per bulan untuk dikelola oleh saya, sehingga uang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencapai cita - cita ibu tersebut.

Akang T, 29 tahun, Pemilik Rumah Makan Padang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - "Saya mau ikut asuransi, pertama - tama karena saya ingin keluarga saya memiliki tabungan, sebagai pedagang, penghasilan saya tidak tetap, pasti ada pasang surutnya dan pada saat saya sakit, saya tidak mau menyusahkan mereka. Saya sangat mencintai istri dan anak saya, bukan suatu jalan yang mulus untuk dapat meminang wanita yang saat ini menjadi istri saya dan kamipun dikaruniai rejeki seorang anak yang saat ini tumbuh sehat dan pintar. Saya ingin keadaannya selalu seperti ini. Yang kedua karena saya melihat adik saya sakit dan berobat di RSUP Jakarta Selatan dan semua biaya pengobatannya diganti oleh asuransi. Ini menguatkan saya untuk berasuransi, karena dengan cara ini saya bisa seperti apa yang saya mau. Adik saya menderita paru - paru, total biaya pengobatannya di rumah sakit selama 2 minggu mencapai 25 juta dan masih berobat jalan sampai sekarang. Saya membayangkan jika keadaan serupa menimpa saya, rumah makan saya akan tutup selama 2 minggu dan saya harus mengeluarkan biaya yang besar untuk biaya pengobatan saya."

Ibu ST, 52 tahun, Penjual busana muslim, Cileduk, Tangerang Selatan, Banten - "Saat ini, saya menjadi tulang punggung keluarga, suami saya tidak memiliki penghasilan tetap sedangkan 2 anak saya sedang menyelesaikan kuliah mereka. Saya ingin memiliki asuransi kesehatan, karena saya banyak memiliki pengalaman dari teman dan keluarga saya yang kehidupannya menjadi sulit setelah salah satu anggota keluarganya yang sakit, termasuk suami saya yang menderita jantung koroner dan akhirnya kehilangan pekerjaannya. Untuk tahap awal saya akan mengasuransikan kesehatan saya terlebih dahulu, nanti kalau rejeki saya terus membaik saya akan tambahkan nilai premi saya dan ikut dalam investasi. Buat saya, saat ini kesehatan saya adalah segala - galanya. Oleh karena itu saya agak detail untuk memastikan bahwa saya akan mendapatkan asuransi seperti yang saya inginkan dan segala sesuatu kedepannya sesuai apa yang mas jelaskan."

Masih banyak. testimoni yang bisa disampaikan, kurang lebih ada lebih dari 100 testimonial yang bisa dibagikan, namun dari 9 testimoni  diatas, saya bisa tarik satu kesamaan yaitu:
  1. Mereka yang memutuskan untuk berasuransi, adalah mereka yang merasa bertanggungjawab dengan masa depan dan kehidupan orang - orang yang mereka cintai.
  2. Mereka belajar dari apa yang mereka alami dan tidak ingin membuat kesalahan kedua, termasuk belajar dari pengalaman orang lain.
  3. Mereka yang memutuskan untuk berasuransi, adalah mereka yang memiliki itikad murni yang baik untuk keluarganya.
  4. Mereka yang memutuskan untuk berasuransi adalah mereka yang mampu menghargai apa yang telah mereka dapatkan.
  5. Masih banyak dari mereka yang mulai sadar untuk berasuransi dan berinvestasi, pada saat usia mereka telah lanjut.
Mudah - mudahkan yang membaca testimoni ini adalah bagian dari orang - orang yang memiliki semua yang positif dalam hidupnya dan sudah memikirkan masa depan sejak usia muda.

Semoga bermanfaat.

Pin It!

Sunday, March 24, 2013

Mari Merubah Cara Kita Menabung

Sebagai bangsa yang tinggal di negara yang berkembang, kita dianjurkan untuk hidup hemat, dan menabung adalah salah satu cara hidup hemat. Kekayaan tidak selalu diukur berdasarkan berapa besar penghasilan yang berhasil kita raih, tetapi juga berapa besar uang yang dapat kita tabung sebagai penunjang masa depan yang lebih baik. Orang yang berpenghasilan besar, belum tentu kaya jika tidak bisa mengatur anggaran belanjanya dan tidak menabung, sedangkan orang yang berpenghasilan pas - pasan memiliki peluang untuk menjadi kaya karena bisa mengatur anggaran belanjanya dan menabung.



Sebagian besar dari kita dalam menabung lebih sering menggunakan dengan rumus:

Income - Expenses = Saving

Maksudnya membelanjakan lebih dulu dari apa yang diterimanya, baru kemudian menabung. Dengan rumus seperti ini, yang menjadi prioritas dalam hidup adalah belanja dan menabung akan menjadi prioritas kedua. Sebagian kecil orang yang bisa disebut dewasa dalam membelanjakan uangnya, tidak akan mengalami masalah dengan rumusan ini, Cara menabung seperti ini tidak salah, karena memang dari kecil kita belajar menabung dengan cara seperti ini, sejak kecil waktu kita dikasih uang jajan, kita  dipesan oleh orang tua kita untuk menyisakan uang jajan yang kita terima untuk ditabung, tapi seringkali uang jajan kita habis semua untuk jajan. Bagi mereka yang masih kesulitan mengatur belanjanya, maka rumusan berikut adalah rumusan yang paling tepat untuk siapapun saat ini.

Income - Saving = Expenses

Mendahulukan menabung dari hasil yang diterimanya dan menyisakan sejumlah uang yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan belanja sehari - hari. Dengan rumus ini berarti memprioritaskan menabung ketimbang biaya belanja. Dengan rumusan ini, kemungkinan sisa uang belanja bisa ditabung kembali.

Jika rumus ini telah diterapkan dengan baik dan konsisten, maka tinggal mencari tempat mana yang cocok digunakan untuk menabung yang menguntungkan dan memiliki nilai lebih.

Untuk tingkat yang lebih lanjut dalam mengelola keuangan, rumus diatas bisa berevolusi menjadi seperti gambar berikut ini.


Penghasilan yang diterima disisihkan untuk membangun aset, selebihnya ditabung dan sisanya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari - hari, dari aset yang dibangun menghasilkan penghasilan yang bisa ditabung kembali dan dari sisa penghasilan yang digunakan untuk kebutuhan sehari - hari jika masih ada sisanya bisa ditabung kembali. Ada kemungkinan untuk menabung lebih banyak ketimbang rumus yang pertama bukan?


Pin It!

Friday, March 15, 2013

Mengasuransikan Kesehatan Orang Tua Kita

Pernahkah terpikir oleh kita untuk membalas budi orang tua kita dengan menjamin kesehatan mereka diusia lanjut, seperti halnya usaha mereka menjamin kesehatan kita pada saat masih anak - anak? Memang benar ada banyak cara untuk membalas budi orang tua, yang mungkin kita tidak akan bisa menyamai apa yang telah mereka perjuangkan dan upayakan sejak kita lahir ke dunia sampai saat ini, namun salah satu solusi yang bisa digunakan untuk membuktikannya adalah dengan mengasuransikan kesehatan mereka, dengan mengasuransikan kesehatannya setidaknya dapat memberikan sedikit bantuan  bagi mereka untuk mendapatkan pelayanan yang layak diusianya.

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang biasanya terjadi pada manusia usia paruh baya hingga lanjut. Begitu banyaknya jenis penyakit degeneratif sehingga memungkinkan terjadinya penyakit degeneratif kompleks, yang tentunya akan membutuhkan usaha ekstra untuk menyembuhkannya.

Pada umumnya jaminan kesehatan bagi manula akan membutuhkan nilai premi yang cukup besar untuk dapat mencakup kebutuhan pengobatan secara memadai, jika hal ini belum terjadi maka pengajuan asuransi bisa dilakukan diusia muda dengan masa pertanggungan maksimum untuk manfaat pengobatan. Sedangkan jika orang tua kita sudah berusia diatas 50 tahun, maka kepesertaan bisa diusahakan dengan beberapa cara diantaranya:

  1. Menyesuaikan besaran premi dengan kebutuhan asuransi maksimum bagi mereka. Besaran premi akan mempengaruhi banyaknya manfaat dan besarnya nilai pertanggungan/tunjangan yang akan didapat dari tiap - tiap manfaat yang ada.
  2. Memprioritaskan kepada manfaat/tunjangan kesehatan atau rumah sakit saja dengan masa pertanggungan maksimal atau proporsional, sehingga besaran premi bisa ditekan sedemikian rupa.
  3. Mengikutsertakan kepada proteksi penuh pada jaminan kematian, biaya pertanggungan yang nanti diklaim dapat digunakan untuk mengganti biaya pengobatan yang ada.

Berikut beberapa Contoh Penyakit Degeneratif

  1. Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau dikenal juga dengan nama penyakit Lou Gehrig. Penyakit yang menyebabkan melemahnya fungsi otot tubuh yang dapat menyebakan kesulitan menggerakkan anggota tubuh, seperti kesulitan berjalan. kesulitan berbicara, kesulitan makan dan kesulitan bernafas. Penyakit ini menyerang orang berusia 40 -  60 tahun.
  2. Alzheimer. Gejala umum penyakit ini adalah kesulitan untuk mengingat suatu peristiwa, emosi yang tidak terkontrol, lekas marah, kesulitan berbicara, kehilangan daya ingat jangka jangka panjang. Bagi penderita yang hidupnya bergantung kepada pengasuh, menuntut pengasuh dapat mengantisipasi efek sosial psikologis, fisik dan ekonomi selama merawat penderita penyakit ini atau penderita  membutuhkan terapi khusus atau pengobatan yang membutuhkan manajemen multidisiplin  Dengan spesifikasi dan resiko seperti ini maka penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit yang mahal. Penyakit ini menyerang orang diusia diatas 65 tahun.
  3. Parkinson. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat, memiliki gejala umum seperti tersendatnya gerakan anggota tubuh, gemetar dan kaku. Parkinson termasuk penyakit mahal, biaya pengobatan per pasien di Amerika mencapai USD 10.000/tahun atau sebesar 98juta rupiah. Penyakit ini dapat menyerang orang berusia diatas 40 tahun.
  4. Multiple System Atrophy (MSA). Penyakit ini dikaitkan dengan degenerasi sel-sel saraf di daerah tertentu dari otak. Ini degenerasi sel menyebabkan masalah dengan gerakan, keseimbangan, dan fungsi otonom lain dari tubuh seperti kontrol kandung kemih atau tekanan darah regulasi. Gejalam umum dari MSA adalah lambat, gerakan kaku seperti parkinson, kesulitan koordinasi gerakan dan keseimbangan, gangguan fungsi tubuh otomatis, mengakibatkan pusing atau pingsan saat berdiri, disfungsi ereksi, sembelit, kering mulut dan kulit, kesulitan mengatur suhu tubuh, mendengkur keras atau pernafasan yang tidak normal dan gangguan tidur dan masalah dengan kandung kemih termasuk urgensi, frekuensi, pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap, atau ketidakmampuan untuk buang air kecil (retensi). MSA lebih banyak menyerang laki - laki berusia 50 - 60 tahun.
  5. Niemann-Pick. Penyakit ini termasuk kelompok penyakit fatal pada gangguan metabolisme. Gejala penyakit ini berhubungan dengan pembesaran hati dan limpa ( hepatosplenomegali ) dapat menyebabkan nafsu makan berkurang, limbung, kesulitan berbicara, gerakan mata yang cepat dan kejang - kejang, gangguan tidur, mengantuk di siang hari dan terjaga di malam hari. Penyakit ini juga dapat menyerang remaja.
  6. Aterosklerosis. Penyakit yang disebabkan penebalan dinding pembuluh darah akibat dari penumpukan lemak seperti kolestrol dan trigliserida. Aterosklerosis ini sebagian besar menyerang manula, namun dapat juga anak - anak usia dini.
  7. Progressive Supranuclear Palsy. Gejala umum PSP adalah kehilangan keseimbangan, berjalan dengan cepat dan tidak terarah menyebabkan tabrakan dengan benda atau orang didepannya, kesulitan berbicara dan mengedipkan mata, gangguan tidur dan sembelit. PSP menyebabkan kerusakan dan kematian volume tertentu otak.
  8. Kanker. Kanker disebabkan  pertumbuhan sel yang tidak diatur. Pada kanker, sel-sel membelah dan tumbuh tak terkendali, membentuk tumor ganas, dan menyerang bagian tubuh dekatnya. Kanker juga dapat menyebar melalui aliran darah. Kanker biasanya diobati dengan kemoterapi , terapi radiasi dan pembedahan. Kanker ini adalah penyakit yang banyak disebabkan faktor lingkungan seperti gaya hidup, alkohol, tembakau, kegemukan, infeksi, radiasi, polusi,  dan stress (90% - 95%) dan hanya 5% - 10% disebabkan oleh faktor keturunan. Penyakit ini memiliki kecendrungan menyerang manusia usia 50 - 75 tahun.
  9. Essential tremor.
  10. Tay-Sachs Disease.
  11. Diabetes. Diabetes mellitus, atau diabetes, adalah sekelompok penyakit metabolik di mana seseorang memiliki gula darah yang tinggi, baik karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, atau karena sel tidak merespon insulin yang dihasilkan. Tinggi gula darah menghasilkan gejala klasik poliuria (sering kencing), polidipsia (haus meningkat) dan polifagia (kelaparan meningkat). Diabetes menyerang manusia berusia diatas 40 tahun.
  12. Heart Disease. Penyakit kardiovaskular mengacu pada setiap penyakit yang mempengaruhi sistem kardiovaskular , penyakit jantung terutama, penyakit pembuluh darah otak dan ginjal , dan penyakit arteri perifer. Penyebab penyakit kardiovaskular yang beragam namun aterosklerosis dan atau hipertensi adalah yang paling umum. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di dunia. Faktor resiko penyakit jantung: usia, jenis kelamin, tekanan darah tinggi, serum kolesterol tingkat tinggi,  merokok tembakau, konsumsi alkohol berlebihan, riwayat keluarga, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, faktor psikososial, diabetes mellitus, polusi udara. Diperkirakan bahwa 87 persen orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner adalah lebih dari 60 tahun dan lebih tua.
  13. Keratoconus.
  14. Inflammatory Bowel Disease (IBD).
  15. Prostatitis. 
  16. Osteoarthritis
  17. Osteoporosis. Penyakit tulang yang mengarah ke peningkatan risiko patah tulang. Dalam osteoporosis, kepadatan mineral tulang berkurang, mikroarsitektur tulang memburuk, jumlah dan protein dalam tulang yang berubah. Penyakit ini menyerang manusia diusia 75 tahun.
  18. Rheumatoid Arthritis. Atau lebih dikenal dengan rematik adalah gangguan inflamasi sistemik kronis yang dapat mempengaruhi banyak jaringan dan organ, tetapi terutama menyerang fleksibelitas (sinovial) sendi. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian dan menyebabkan kondisi yang sangat menyakitkan, yang dapat menyebabkan kerugian besar fungsi dan mobilitas jika tidak diobati. Penyakit ini menyerang manusia diusia 40 - 50 tahun.
  19. Huntington's Disease.
  20. Chronic traumatic encephalopathy.
  21. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Atau dikenal dengan penyakit paru - paru. Salah satu penyebab utama kematian keenam besar di seluruh dunia pada manusia diatas usia 40 tahun.
  22. Marfan's Syndrome.


Pin It!

Friday, February 15, 2013

Gerakan 10 ribu Perhari Untuk Anak Anda

Asuransi saat ini bukan lagi suatu kebutuhan yang mewah, karena asuransi bisa didapatkan dimana saja, dengan premi yang relatif murah dan memberikan keuntungan yang sifatnya lebih realistis seperti santunan rumah sakit, santunan kecelakaan, santunan kematian dan investasi dana pensiun. 

Bagi pribadi yang bijaksana, tentu asuransi akan dianggap sebagai suatu kebutuhan yang fundamental dan menjadi prioritas tinggi. 

Sebelum beli baju, sudah menyisihkan uangnya untuk ditabung.
Sebelum beli rumah, sudah menyisihkan uangnya untuk berinvestasi.
Sebelum beli mobil, sudah mengasuransikan dirinya.
Sebelum menikah dan berkeluarga, sudah mengangsurasikan dirinya sendiri terlebih dahulu.
Sebelum anak - anaknya bersekolah, sudah mulai mengasuransikan pendidikan anak - anaknya.
Sebelum dirinya sakit dan tidak produktif, sudah mulai mengasuransikan diri dan keluarganya untuk suatu yang tidak bisa diprediksi kedepannya.
Sebelum meninggal, sudah mengasuransikan dirinya agar tidak menjadi beban dan dapat sedikit membantu kelangsungan hidup anak keturunannya.

Hal ini sangat wajar dilakukan pada saat masih produktif, yang berarti memiliki penghasilan, masih diusia yang muda dan masih dalam kondisi yang sehat. Dalam masa seperti ini, adalah masa dimana seseorang sangat dianjurkan untuk melakukan investasi sebagai dana cadangan disaat - saat yang sulit, dimana kita tidak akan pernah tahu bagaimana masa depan kita dan keluarga kedepannya. Jangankan manusia, semutpun sudah mengumpulkan cadangan makanan untuk cuaca - cuaca sulit dimana makanan akan sulit didapat nantinya.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai berasuransi, sekalipun Anda sudah tidak dalam masa emas Anda atau Anda belum mencapai masa emas Anda. Jika Anda sudah bisa berasuransi dan berinvestasi pada saat Anda mencapai masa emas Anda, bagaimana nanti jika Anda telah mencapai masa emas Anda, tentu Anda akan merasa dan mendapatkan keuntungan serta memiliki kemampuan berinvestasi lebih besar atau malah membuka bisnis Anda sendiri diusia yang masih mudah.

Pada prinsip perlindungan, apapun itu jenis, konsep dan bentuknya, yang harus dilindungi adalah diri kita terlebih dahulu, baru kemudian melindungi orang - orang terdekat kita, keluarga kita, orang - orang yang berada di lingkungan kita, teman - teman dan lebih luas lagi. Kenapa, karena jika kita sendiri belum bisa merasakan aman akan sulit untuk dapat memberikan perlindungan kepada siapapun.

Namun konsep ini, bisa menjadi permisif dengan memberikan perlindungan kepada orang - orang terdekat dengan kita terlebih dahulu yang sesuai dengan kemapuan kita saat ini. Bagaimana penerapannya?

Untuk anak - anak, anda cukup mulai dengan 10 ribu rupiah perhari, dengan menfokuskan kepada pendidikan anak serta jaminan kesehatannya. Jika saat ini Anda memiliki masalah dana yang akan digunakan untuk berasuransi mulailah dengan nilai premi yang terjangkau namun memberikan manfaat yang menguntungkan bagi sitertanggung. Oleh karena itu jika benar demikian, maka mulailah dengan anak Anda terkecil, nilai premi minimum untuk anak usia dini (dibawah 10 tahun) lebih murah ketimbang, anak usia diatas 10 tahun sampai 18 tahun, nilai premi remaja usia 18 tahun sampai dengan 25 tahun, akan lebih besar lagi dan demikian seterusnya.

Jika Anda saat ini memiliki 3 anak, dengan usia 3 tahun, 6 tahun dan 10 tahun serta seorang istri. Maka perlindungan untuk anak usia 3 tahun dengan nilai premi minimum, misalnya sebesar Rp. 300.000 per bulan, akan mendapatkan keuntungan lebih baik ketimbang kakaknya yang berusia 6 tahun, apalagi 10 tahun. Setelah kondisi keuangan Anda lebih baik mulailah memberikan perlindungan kepada diri Anda terlebih dahulu sebelum Anda tidak produktif lagi. Jika skenario Tuhan menentukan Anda meninggal dunia 5 tahun setelah itu, maka uang pertanggungan yang Anda terima nantinya dapat membantu kelangsungan hidup istri anda, anak pertama dan kedua Anda, sedangkan anak bungsu Anda yang masih belum bisa mencari penghasilan atau mandiri secara materi akan tetap terproteksi dengan asuransi yang sudah dibayarkan untuknya sebelumnya.

Anda juga bisa mulai dengan Anda sendiri terlebih dahulu, untuk Anda sendiri, mulailah menyisihkan Rp. 20 ribu rupiah perharinya dengan usia Anda berkisar 25 - 40 tahun. Hasil investasi akan menjadi kurang menguntungkan jika usia Anda diatas usia tersebut, namun setidaknya jika Tuhan memanggil Anda, Anda dapat memberikan sesuatu kepada keluarga yang Anda tinggalkan.

Jadi mulailah 10 ribu rupiah perhari untuk anak Anda atau 20 ribu rupiah perhari untuk Anda sendiri. Perhitungan seperti ini berlaku universal, apapun profesi Anda baik karyawan yang sudah pasti penghasilan bulanannya atau pengusaha yang penghasilannya tidak bisa diprediksi dengan tepat tiap bulannya, dapat menggunakan konsep berinvestasi dengan cara ini.

Semoga bermanfaat.
Pin It!

Tuesday, February 5, 2013

Pentingnya Financial Security

Tidak ada yang bisa mengukur secara pasti resiko keuangan yang akan dihadapi dimasa datang. Asuransi termasuk instrumen yang bisa dijadikan solusi untuk 'Financial Security".


Perencanaan asuransi diperlukan untuk semua orang, entah kaya atau miskin, muda atau tua, pria atau wanita. Adalah salah pendapat yang mengatakan hanya orang muda dan miskin yang membutuhkan asuransi. Asuransi bukan hanya untuk menjaga keamanan keuangan seseorang, tetapi juga bermanfaat sebagai manajemen keuangan. Manajemen keuangan bermakna bagaimana menempatkan uang bekerja untuk seseorang.

Lalu apa yang bisa dihasilkan dari asuransi dalam konteks ini? Asuransi termasuk instrument yang bisa menghasilkan uang, memberikan perlindungan terhadap aset, juga memberikan ketenangan pikiran. Membeli asuransi juga bermakna pertukaran emosional, lebih dari hanya sekedar transaksi bisnis umumnya.

Pada masa - masa sulit, seseorang membutuhkan 2 macam support:

  1. Support secara emosi.
  2. Support secara keuangan.
Kerap kali, ketika bertemu klien, saya bertanya:

"Dapatkah Anda memberikan 5 nama orang yang akan memberi garansi akan memberikan support emosional? Apakah orang yang sama juga akan memberikan jaminan untuk tetap mendukung Anda secara keuangan?

Asuransi dapat diandalkan untuk memberi rasa aman terhadap keuangan. Bahkan dapat memberikan hasil yang jelas untuk masa - masa yang tidak terduga. Asuransi berguna untuk kejadian - kejadian yang tidak terpikirkan dengan memberikan uang tunai, rasa aman dan keamanan.

Sebenarnya semua orang mempunyai kesadaran bahwa mereka mempunyai kebutuhan untuk memiliki cadangan dan yang dapat digunakan untuk saat - saat yang berbeda. Tetapi kerap mereka berpura - pura tidak peduli atau menunda untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut. Praktek seperti ini sama saja dengan menggali lubang untuk akhirnya terperosok kedalamnya.

Para profesional di bidang asuransi yang mengerti tugasnya, mestinya akan sangat sangat tekun dan sabar untuk memberikan informasi supaya masyarakat mengerti apa dan bagaimana benefit asuransi. Benefit itu yang akan membantu masyarakat untuk melewati berbagai masalah dan kejadian dalam kehidupan dan tetap dapat menlanjutkan masa depan.

Resiko yang dihadapi seseorang dalam kehidupan ini sangat tinggi Dibutuhkan ketrampilan untuk menjelaskan resiko apa saja yang harus diantisipasi secara detail, seperti resiko putus sekolah, resiko sakit kritis, resiko krisis penghasilan, resiko kecelakaan, resiko kesehatan yang memiliki tingkat presentasi tertinggi dari semua resiko, resiko keamanan dan resiko - resiko lainnya. Kadang diperlukan beberapa kliping koran untuk berbagi pengalaman tentang besarnya resiko yang bisa kita hadapi setiap hari. Bisa juga dengan mengajukan pertanyaan tentang kisaran jumlah uang tunai yang kita butuhkan jika ada salah satu anggota keluarga terkena musibah yang berlarut - larut.

Beberapa contoh pertanyaan yang perlu dipertimbangkan seperti:
  1. Apakah Anda berani mengambil sejumlah utang tanpa ada asurasi yang meng-cover?
  2. Apakah Anda pernah memikirkan soal standard hidup anak dan istri Anda, jika suatu saat Anda sudah tidak ada?
  3. Jika ada asuransi yang gratis untuk Anda, berapa besar Anda ingin miliki benefitnya? (Hal ini untuk menunjukkan bahwa sebetulnya setiap orang ingin memiliki asuransi, hanya mulai merasa berat jika harus membayar harganya karena beberapa pertimbangan yang terkadang bukan prioritas).
  4. Jika Anda memiliki mobil mewah seharga Rp. 2 milyar, apakah Anda mau jika hanya mengasuransikannya untuk Rp. 100 juta saja? Menurut Anda, berapa harga kesehatan dan jiwa Anda?
Faktanya, hanya dengan menyisihkan 15 - 25% dari penghasilan tahunan seseorang sudah dapat mempersiapkan perencanaan asuransi yang memadai untuk keluarganya.

Membantu satu keluarga untuk membuat perencanaan asuransi dengan hati yang tulus dan profesionalisme, sebenarnya Anda sudah ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat, kota bahkan bangsa kita untuk membangun finacial security.


Disadur dari majalah Million Dollar Round Table
Pin It!

Monday, January 14, 2013

Cara Membuat Monitoring Saham di Yahoo Finance

Untuk monitoring saham, sekarang ini para investor saham tidak perlu lagi untuk install software untuk monitoring saham. Para pemain saham bisa langsung mengaksesnya secara online dari komputer, tablet atau smartphone dari Yahoo! Finance.

Ikuti langkah - langkah sederhana berikut ini, untuk membuat portfolio saham Anda di Yahoo! Finance:
Login ke Yahoo! Daftar terlebih dahulu, jika belum punya akun gratis Yahoo!
Setelah login berhasil, cari menu Finance

Pilih menu Portfolios dan klik Create Portfolio

Beri Nama Portfolio-nya dan masukkan simbol saham yang Anda ingin monitor. Jika ada belum tahu kode sahamnya, silakan download disini. Masukkan kode saham lalu tekan tombol Add Symbol. Setelah semua kode saham sudah dimasukkan, ada beberapa opsi yang ditawarkan oleh Yahoo! Finance yaitu Default View, yang akan ditampilkan pada saat memilih portfolio adalah tab yang dipilih, terdiri dari pilihan Basic, Performance, Real-time, Fundamentals dan Detailed. Di bagian Advanced Settings, terdapat check box yang digunakan untuk melakukan konsolidasi multiple lot yang memiliki kode saham yang sama menjadi satu dalam portfolio. Nilainya akan dijumlah semuanya dan diambil rata - rata untuk masing - masing batas tinggi atau rendah. Dan juga terdapat check box yang digunakan untuk mengurutkan kode saham secara alfabet, sangat berguna kalau kode saham yang ada di portfolio cukup banyak. Setelah menekan button Save, maka selesai sudah pembuatan portfolio untuk me-monitoring saham
Tampilan portfolio secara default dibagi menjadi Basic, Performance, Real-time, Fundamentals dan Detailed, seperti gambar yang ada dibawah ini.


Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Pin It!

Thursday, January 3, 2013

Kartu Jakarta Sehat

Bagaimana medapatkan Kartu Jakarta Sehat?

Caranya sangat mudah, bawa photocopy KTP dan Kartu Keluarga ke Puskesmas terdekat, masing - masing minimal 1 salin, namun beberapa Puskesmas meminta 3 salinan. Kartu KJS ini akan dikirimkan ke Dinkes DKI dan dalam beberapa minggu, KJS bisa diambil di puskesmas tempat mendaftar.

Apa bisa mendaftarkan lebih dari 1 anggota keluarga yang terdapat dalam Kartu Keluarga yang sama?

Pendaftaran diperbolehkan dilakukan secara kolektif asal masih dalam 1 kartu keluarga. Misalnya didalam satu keluarga terdiri dari 1 bapak, 1 ibu dan 3 anak dan dalam 1 kartu keluarga bisa didaftarkan secara bersamaan.

Bagaimana Jika Belum Memiliki KTP?

Bagi anggota keluarga yang belum memiliki KTP (belum berusia 17 tahun), cukup menggunakan photocopy KTP orang tua dan Kartu Keluarga, dengan catatan nama anggota keluarga yang belum memiliki KTP tersebut, tercantum didalam Kartu Keluarga.

Apakah selama masa tunggu sampai dengan KJS jadi, bisa dilayani untuk pengobatan yang sifatnya darurat?

Baik darurat atau tidak, warga DKI bisa menggunakan photocopy KTP dan Kartu Keluarganya untuk mendapatkan layanan dan tindakan medis di Puskesmas atau di RSUP, RSUD, rumah sakit rekanan setelah mendapat rujukan dari Puskesmas.

Rumah sakit mana saja yang dapat melayani KJS?

KJS berlaku di seluruh Puskesmas, rumah sakit negeri (RSUD dan RSUP) dan rumah sakit rekanan di provinsi DKI, Berikut daftarnya:

Jakarta Barat: 
  • RS Jantung Harapan Kita
  • RS Kanker Dharmais 
  • RS Pelni 
  • RS Sumber Waras 
  • RSAB Harapan Kita 
  • RSUD Cengkareng 
  • RS Bakti Mulia 
  • RS Medika Permata Hijau 
  • RS Patria IKKT 
  • RS Puri Mandiri Kedoya 
  • RSJ Jakarta 
  • RSKB Cinta Kasih Tzu Chi 

Jakarta Pusat:
  • RS Cipto Mangunkusumo 
  • RSAL Mintoharjo 
  • RSPAD Gatot Subroto 
  • RSUD Tarakan 
  • Klinik Hemodialisa Tidore.
  • RS Husada 
  • RS Islam Jakarta 
  • RS Kramat 128 
  • RS Menteng Mitra Afia 
  • RS MH Thamrin 
  • RS Moh. Ridwan Meureksa 
  • RS Pertamina Jaya 
  • RS PGI Cikini 
  • RS Saint Carolus 
  • RSB Budi Kemuliaan 

Jakarta Selatan:
  • RS Bhayangkara Selapa Polri 
  • RS Fatmawati 
  • RS Marinir Cilandak 
  • Jakarta Kidney Center
  • Jakarta Medical Center II 
  • Klinik Hermodialisa Cipta Husada 
  • RS Agung 
  • RS dr Suyoto 
  • RS Jakarta 
  • RS Pusat Pertamina 
  • RS Setia Mitra 
  • RS Zahirah 
  • RSIA Budi Jaya

Jakarta Timur:
  • RS Haji 
  • RS Kesdam Jaya Cijantung 
  • RS Persahabatan 
  • RS Polri Sukanto 
  • RSPAU Antariksa 
  • RSUD Budi Asih 
  • RSUD Pasar Rebo 
  • RS Bunga Rampai 
  • RS Duren Sawit 
  • RS Harapan Bunda 
  • RS Harapan Jayakarta 
  • RS Harum 
  • RS Islam Jakarta Timur 
  • RS Kartika Pulomas 
  • RS Mediros 
  • RS Pusdikkes 
  • RS Rawamangun 
  • RS UKI Cawang 
  • RSIA Bunda Aliyah 
  • RSIA Hermina Jatinegara 
  • RSIA Resti Mulia
  • RSKO Cibubur 
  • Yayasan Ginjal Diatrans

Jakarta Utara:
  • RS Pelabuhan Jakarta 
  • RSUD Koja 
  • Klinik Hemodialisa Lions
  • RS Atmajaya 
  • RS Islam Jakarta Utara 
  • RS Mulia Sari 
  • RS Port Medical Center 
  • RS Satya Negara 
  • RS Sukmul Sisma Medika 
  • RSIA Hermina Podomoro 
  • RSPI Prof. Sulianti Saroso
Apa saja yang gratis dengan KJS?

Semua tindakan medis, kamar rawat inap, laboratorium, obat - obatan, ambulan tidak dipungut biaya sepeserpun.


Penyakit jenis apa yang dilayani KJS?

Semua jenis penyakit, seperti penyakit kritis, penyakit keturunan dan kecelakaan, tapi tidak termasuk pelayanan medis yang sifatnya kosmetik seperti kacamata yang bukan untuk pengobatan, suntik silikon, perawatan muka (skin care), pemasangan behel gigi atau perhiasan gigi dan sejenisnya.

Dengan KJS, Kelas Rawat Inap berapa yang didapatkan?

Semua pelayanan dengan KJS akan ditempatkan di Kelas 3, jika pasien KJS dipindah ke kelas yang lebih baik, misalnya kelas 2 maka manfaat - manfaat gratis dari KJS akan gugur.

Hak dan Kewajiban Pasien KJS?

Hak dan Kewajiban Pasien KJS sama dengan pasien reguler lainnya, yang diatur dalam UU no. 29 Tahun 2004 : UU tentang Praktik Kedokteran pasal 50 dan 51.

Hak Pasien

Pasien, dalam menerima pelayanan para praktik kedokteran, mempunyai hak:
  1. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3), yaitu:
    • Diagnosis dan tata cara tindakan medis;
    • Tujuan tindakan medis yang dilakukan;
    • Alternatif tindakan lain dan resikonya;
    • Risiko dan komplikasi yang mukin terjadi; dan
    • Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.
  2. Meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain;
    • Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;
      • Menolak tindakan medis; dan
        • Mendapat isi rekam medis.
        Kewajiban Pasien

        Pasien, dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai kewajiban:
        1. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya;
        2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi;
        3. Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan;
        4. Memberikan imbalan atas pelayanan yang diterima.
        Semoga bermanfaat, dan Sehat Jakartaku
        Pin It!

        Sunday, December 16, 2012

        Merancang Goals Setting 2013

        Saya belajar dari tahun - tahun yang lewat, bahwa membuat goal setting untuk tahun yang akan datang itu tidak jauh dari sebatas HARAPAN, PRIORITAS dan KEBUTUHAN. Urutannya tidak selalu seperti yang saya sebutkan, tapi dari pengalaman saya dengan mengetahui harapan maka kita akan lebih mudah untuk menentukan mana yang prioritas dan yang menjadi kebutuhan.

        Sebelum menentukan harapan, prioritas dan kebutuhan. Perlu kita sama - sama cari tahu bagaimana isi dari masing - masing harapan, prioritas dan kebutuhan yang tepat. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk membuat rencanang goals, salah satunya dengan sistem SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant dan Time Bound) atau SMARTERS (ada tambahan ERS yang merupakan singkatan dari Evaluate, Reevaluate dan Satisfaction)

        Yang saya gunakan adalah yang gampang dan paling populer adalah SMART. Alat bantu yang termudah dalam mendapatkan kriteria masing - masing arti dari kriteria SMART adalah dengan menggunakan kalimat interrogative (tanda tanya).

        Specific (Spesifik), menggunakan alat bantu dengan kalimat tanya dibawah ini:
        • Apa
        • Siapa
        • Dimana
        • Kenapa
        • Yang Mana
        Measurable (Dapat diukur), menggunakan alat bantu dengan kalimat tanya dibawah ini:
        • Bagaimana Cara Mencapainya?
        Attainable (Dapat diraih), menggunakan alat bantu dengan kalimat tanya dibawah ini:
        • Apakah Saya Bisa Mencapainya?
        Relevant (Cocok/Pas), menggunakan alat bantu dengan kalimat tanya dibawah ini:
        • Apakah sesuai dengan saya?
        Time Bound (Batasan Waktu), menggunakan alat bantu dengan kalimat tanya dibawah ini:
        • Kapan (mulai dan berakhir)?

        HARAPAN

        Bagi yang sudah mencoba menerapkannya ditahun yang sebentar lagi habis ini, tentu akan lebih mudah menentukan harapan, dengan hasil rapot 2012 yang masih belum tercapai dan yang sudah tercapai, maka kita dapat dengan mudah menentukan harapan terhadap pencapaian tahun 2012 yang belum tercapai dan harapan baru di tahun 2013, yang belum ada didalam daftar harapan ditahun - tahun sebelumnya.

        Harapan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah 

        harapan /ha·rap·an/ n 1 sesuatu yg (dapat) diharapkan: ia mempunyai ~ besar dapat memenangkan pertandingan itu; 2 keinginan supaya menjadi kenyataan: ~ ku agar ia kelak menjadi orang yg berguna bagi nusa dan bangsa; 3 orang yg diharapkan atau dipercaya: pemuda ~ bangsa;~ hidup 1 kemungkinan tetap hidup: ~ hidup korban pesawat yg nahas itu sangat tipis; 2 kemungkinan dapat hidup lebih lama;

        Misalnya harapan saya ditahun 2013 adalah
        1. Menjadi tenaga penjual terbaik di Jakarta pada awal triwulan kedua 2013 dan penghasilan bertambah sekitar 15-30 juta perbulan diwaktu yang sama. (bisa sudah tercapai atau belum ditahun 2012)
        2. Punya anak kedua ditahun ini (jika ditahun ini belum tercapai atau suatu harapan baru)
        3. Punya rumah sendiri LT. 100 m², LB. 60 m² di Jakarta Selatan pada bulan November 2013 (jika ditahun ini belum tercapai)
        4. Punya motor baru, merk Motor Indonesia 200 cc warna hitam metallic di semester pertama 2013 (jika ada harapan baru)
        5. Punya tabungan pendidikan untuk anak pertama saya di Asuransi P********l, dengan premi 6 juta rupiah per tahun dan rencana setor selama 15 tahun (sampai usia anak masuk S1), mulai bulan Januari 2013, agar lebih mudah dalam mengingatnya dan pengaturannya.
        PRIORITAS

        Dari keempat harapan saya diatas saya ingin harapan no. 1 saya menjadi prioritas pertama, prioritas kedua adalah harapan no. 5, disusul oleh harapan no. 4, kemudian No. 3. Harapan nomor 2 itu tergantung kapan dikasih sama Allah SWT saja.

        KEBUTUHAN

        Definisi kebutuhan menurut KBBI adalah:

        kebutuhan /ke·bu·tuh·an/ n yg dibutuhkan

        Kebutuhan dari harapan - harapan diatas terdiri dari pengembangan diri dan karir yang lebih baik, kebutuhan untuk memiliki keturunan, terpenuhinya kebutuhan primer (kepemilikan rumah) dan memiliki tabungan.

        Tidak semua harapan menjadi kebutuhan, karena kebutuhan sifatnya mandatory, yang artinya jika tidak terpenuhi maka dapat mengakibatkan sesuatu menjadi berjalan tidak normal atau sifatnya mengurangi (defisit), sedangkan harapan sifatnya optional, karena masih ada alternatif harapan lain yang bisa dijadikan pengganti dari harapan yang sudah disebutkan. Oleh karena itu harapan nomor 3 yang merupakan harapan baru, bisa saja ditunda ditahun berikutnya lagi untuk diwujudkan, terkecuali memang motornya sudah perlu untuk diganti.

        Terkahir, buatlah goal setting secara tertulis dan pasanglah di kamar tidur, di ruang/meja kerja atau ditempat - tempat yang tepat pada saat melakukan aktifitas sehari - hari.

        Mudah - mudahan bermanfaat dan selamat merancang.

        BONUS

        Download contoh table SMART

        Nama File: Contoh My 2013 Wishes.xlsx
        Ukuran : 22,9 KB
        Format : Microsoft Office Excel 2007 Workbook (.xlsx)

        "it's not what we do once in a while that shapes our lives, but what we do consistently" - Anthony Robbins
        Pin It!

        Wednesday, December 12, 2012

        Cerita Inspiratif Seputar Asuransi bag.4

        Satu setengah tahun yang lalu, saya pernah menawarkan asuransi di salah satu TK di kawasan Cirendeu Tangerang Selatan. Saya bertemu dengan beberapa ibu - ibu yang menunggu putra - putrinya di kantin didekat TK itu. Ibu - ibu itu duduk berkelompok, saya tertarik dengan kelompok ibu - ibu yang sedang tidak sedang makan dan membicarakan dan berbagi tentang perilaku anak - anak mereka. Setelah permisi, saya minta waktu dan kesediaan mereka untuk mengikut presentasi mengenai perencanaan keuangan keluarga dengan manfaat tunjangan pendidikan anak. Setelah memperkenalkan diri saya dan selama presentasi berlangsung, 2 dari ibu - ibu tersebut permisi untuk melihat anaknya dan satunya permisi untuk sarapan pagi dan tetap memisahkan diri walaupun saya sudah bilang kepadanya bahwa presentasi ini santai bisa disambi pada saat makan sekalipun.

        Akhirnya tinggal 3 orang yang mendengarkan presentasi saya, setelah presentasi saya melakukan dialog dengan ibu - ibu itu untuk mendapatkan harapan, kebutuhan dan prioritas mereka bagi putra - putrinya. Namun dari 3 ibu - ibu tersebut, hanya satu yang aktif menceritakan harapan, kebutuhan dan prioritas bagi anak - anaknya, ibu ini - sebut saja Mawar juga memiliki pengetahuan lebih tentang pengelolaan keuangan keluarga, yang ternyata latar belakang ibu ini selain pernah bekerja sebagai bagian dari department Finance dikantornya dan juga bersuamikan seorang HRD yang berususan dengan Compensation and Benefit disalah satu perusahaan pertambangan yang bersertifikasi CFP (Certified Financial Planner). Akhirnya saya sampai kepada pembuatan ilustrasi, saya mendapatkan 3 nilai premi bulanan yang diajukannya. Setelah menjelaskan ilustrasi dari ketiga pilihan premi itu, saya memberikan kartu nama dan meminta nomor telepon ibu muda itu untuk keperluan follow up beberapa hari kemudian.

        Setelah 2 hari, saya kembali kontak ibu itu. Dia minta waktu untuk membicarakan dengan suaminya dan menjanjikan akan mengabarkan hasilnya melalui Whatsapp messenger. Beberapa hari kemudian, pada saat saya prospekting di tempat lainnya, melalui Whatsapp ibu ini mengatakan bahwa dia tidak jadi mengambil asuransi untuk anaknya ini, karena suaminya keberatan dan alergi jika mendengarkan asuransi. Suaminya menyarankan agar uangnya diinvestasikan ke jenis investasi lainnya yang lebih liquid, yang dapat dicairkan kapanpun dan juga cukup menguntungkan.

        Besok paginya saya telpon ibu ini dan saya bilang bahwa usia anaknya ini sangat tepat untuk mendapatkan manfaat asuransi, terutama untuk asuransi pendidikan pada saat masuk SD, SMP, SMA dan S1-nya dan saya menawarkan solusi yang agak menyimpang sebenarnya, bagaimana jika dia tidak menceritakan kepesertaan asuransinya kepada suaminya, karena pertimbangannya, karena ibu ini masih memiliki penghasilan sendiri. Setelah beberapa minggu kemudian, ibu ini menghubungi saya, setuju dengan ide tersebut dan memutuskan untuk ikut asuransi dengan premi 6 juta per tahun. Segera saya meluncur ke kantornya untuk mendaftarkan asuransi dan mengambil persyaratan administratif sebagai persyaratan pengajuan asuransi jiwa. Dari data tersebut, saya baru tahu ternyata rumah tinggal ibu ini tidak jauh dari rumah saya dan jalan didepan rumahnya terbilang sering saya lewati.

        Setelah sekitar setahun kemudian, saya terkejut waktu melewati rumahnya, karena didepan pagarnya terdapat tenda dan bendera kuning (bendera sebagai tanda jika ada yang meninggal dunia di Jakarta). Setelah bertanya kepada orang - orang yang ada disekitar rumah itu bahwa ibu Mawar meninggal dunia karena kecelakaan pesawat terbang. Segera saya berinisiatif untuk menghubungi calon prospek saya yang janjian ketemu hari itu untuk mendapatkan ilustrasi asuransi, dengan urusan mengurus klaim meninggal salah satu klien saya.

        Setelah saya coba mencari tahu bagaimana cara menyampaikan asuransi kepada suaminya, saya cari seluruh dokumentasi polis atas nama Ibu Mawar ini. Keesokannya setelah saya dapatkan data ibu Mawar dan menyiapkan semua formulir klaim, saya beranikan datang kerumah kediamannya dan bertemu dengan orang tua dari ibu Mawar dan suaminya. Setelah saya jelaskan bahwa ibu Mawar ini punya asuransi, bapak Fulan menyangkal kalau istrinya memiliki asuransi dan meminta untuk tidak mengganggu keluarganya, karena sedang berkabung. Saya segera munjukkan print pengajuan polis atas nama anaknya yang bungsu, dia minta waktu untuk mencari polis yang disimpan istrinya dalam beberapa hari tapi tidak ditemukannya. Polis ini ditemukan setelah barang - barang istrinya, dibawa kerumah dan segera saya antar bapak Fulan ke kantor asuransi untuk proses klaim.

        Pada saat suami itu menerima santunan kematian dan kecelakaan sebesar hampir 300 juta rupiah, dia menangis sepanjang perjalanan sampai dirumahnya dan berkata kepada anak - anaknya, bahwa ini hadiah dari ibunya dan tekad keras ibunya untuk memberikan dukungan untuk pendidikan anaknya. Uang ini direncanakan untuk dimasukkan kembali sebagai investasi untuk pendidikan anaknya sebesar 100 juta rupiah dan sisanya disumbangkan kepada salah satu yayasan yatim piatu yang tidak jauh dari rumahnya.
        Pin It!

        Cerita Inspiratif Seputar Asuransi bag.3

        Pada saat canvassing, saya bertemu dengan ibu pemilik toko perabotan rumah tangga didekat salah satu pasar tradisional tersibuk di Jakarta Selatan. Waktu itu, toko sudah hampir tutup karena mereka buka hanya sampai jam 6 sore. Saya mengutarakan apa yang akan saya tawarkan dan menanyakan apakah keluarga mereka sudah diproteksi dengan asuransi.

        Si ibu mengatakan dengan cepat kalau semua keluarganya sudah memiliki asuransi dan pada saat itu juga si ibu dengan nada tinggi langsung menghardik saya dan mengatakan bahwa asuransi itu adalah penipu. Karena klaim asuransi suaminya ditempat yang sama dengan asuransi yang saya tawarkan ini, ditolak. Suaminya sudah habis 80 juta untuk pasang ring jantung di Malaysia dan tidak sepeserpun penggantian dari asuransi, Ibu tersebut meminta saya untuk pergi dan menyampaikan penyesalannya ikut asuransi.

        Antara penasaran dengan proses klaim yang diajukan oleh suami ibu tersebut dan niat saya untuk membantu proses klaim yang telah ditolak oleh asuransi membuat saya untuk tidak segera pergi dan menanggapi keluhannnya. Saya mencoba mendapatkan sela dimana si ibu bicara soal berapa uang yang telah dia keluarkan untuk pembayaran premi asuransi tiap bulannya yang ditotal sebesar 3 juta rupiah perbulan untuk memproteksi dia dan suaminya yang kira - kira berumur diatas 50 tahun tersebut. Si ibu menunjukkan struk - stuk pembayaran ATM yang di-staples dengan sangat rapi dan juga membuka salah satu amplop rekening koran (laporan perkembangan asuransi) yang terakhir untuk menunjukkan nilai tunai yang terbentuk dan dia juga mengeluhkan  nilai tunai yang lebih kecil dengan total modal yang dia sudah keluarkan. 

        Setelah merasa waktu yang tepat untuk bicara, saya meminta ibu tersebut untuk menunjukkan surat penolakan klaim, untuk mengetahui penyebab pasti kenapa proses klaim suaminya ditolak dan meminta ditunjukkan polisnya. Selama si ibu ini mencari polis dan surat penolakan klaim, suaminya keluar dengan kruk, dan menceritakan bagaimana dia di "pingpong" pada saat pengajuan asuransi dan sudah berapa banyak agen yang membantunya dan mengeluhkan dia merasa rugi dengan kepesertaan asuransi.

        Pada saat si ibu keluar, para karyawan menanyakan apakah tokonya mau ditutup, tapi si ibu bilang kita lembur dan toko biarkan terbuka dan beberapa karyawannya yang perempuan boleh pulang. Ini menjadi salah satu tekanan lain (selain waktu yang sempit, menjelaskan sambil berdiri dan emosi bapak dan ibu pemilik toko yang susah  untuk menerima penjelasan saya) buat saya, agar solusi yang saya berikan nanti dapat memuaskan mereka.

        Setelah melihat polis, saya menjelaskan bagaimana sang agen mereka membuatkan prioritas solusi terbaik bagi keduanya, pada saat ikut bapak ibu ini sudah cukup berumur sehingga prosentasi nilai proteksi asuransinya lebih besar ketimbang prosentase nilai investasinya dengan demikian maka pada saat terjadi suatu resiko, mereka akan mendapatkan suatu proteksi yang maksimal. Saya jelaskan juga bahwa berapa nilai premi umumnya untuk usia 45 tahun dan premi yang dibayarkan oleh mereka termasuk yang standar. Dengan penjelasan prosentasi itulah mereka dapat menerima dan puas dengan penjelasan saya, kenapa nilai investasi mereka kecil dan terlihat merugikan.

        Akhirnya saya masuk ke bagian akar masalah dari yang mereka alami, yaitu penolakan klaim. Setelah membaca surat penolakan tersebut, saya mendapatkan informasi bahwa pada saat mengajukan asuransi, suaminya tidak menyampaikan informasi yang benar bahwa sebelumnya dia telah pernah terkena serangan jantung dan pernah diopname di rumah sakit, ditambah pula dengan rumah sakit tempat suaminya berobat memasang ring ini bukanlah rumah sakit yang melakukan kerjasama dengan asuransi. Dari penjelasan saya ini, mereka dapat mengerti walaupun mereka tetap merasa dirugikan. Saya jelaskan bahwa konsultasi dengan agen yang saat itu membuatkan polis adalah suatu keharusan yang diikuti oleh klien agar tidak terjadi suatu kesalahpahaman atau tidak sampainya informasi penting yang harus diikuti oleh klien, padahal ketentuan - ketentuan ini dijelaskan secara detail didalam buku polis.

        Saya menambahkan bahwa mereka untuk mengurungkan niat untuk menutup asuransi mereka, karena selain masa setor mereka masih cukup lama sekitar 2 tahun lagi, juga mereka akan mendapatkan keuntungan lebih setelah masa setoran karena masa pertanggungan yang ada dipolis sampai dengan usia 65 tahun, walaupun mereka sudah tidak menyetor premi bulanan lagi. Saya juga menekankan bahwa nilai tunai yang terbentuk akan terus berkembang dan masa proteksi cukup digunakan untuk mendapatkan klaim, khususnya untuk pertanggungan dasar seperti kematian dan kecelakaan.

        Mereka akhirnya berterima kasih kepada saya, saya dihadiahi sebuah rice cooker dari tokonya dan sebelumnya mereka menawarkan komisi 10% dan dia mau membuatkan pernyataan secara tertulis diatas materai untuk komisi jika, klaim 80 juta tersebut keluar. Tapi melihat kasus yang ada, saya menjelaskan bahwa siapapun, mau pakai pengacara sekalipun, mereka tidak akan menang karena secara jelas klaim yang dilakukan oleh suaminya tersebut tidak sesuai dengan ketentuan dan informasi yang diberikan juga tidak benar sejak awal.

        Saya pulang dengan sebuah rice cooker dan rasa senang karena bisa membantu mereka keluar dari masalah dengan solusi yang sama - sama untung dan keluar dari masalah yang mereka tidak mengerti penyebabnya.
        Pin It!