Friday, May 24, 2013

Menghitung Inflasi Nilai Rupiah dengan Future Value

Mungkin sebagian besar dari kita pernah merasakan bahwa gaji kita 10 tahun yang lalu terasa lebih besar ketimbang gaji kita sekarang, padahal gaya hidup dan kebutuhan rumah tangga tidak banyak berubah. Atau cicilan KPR rumah Anda terasa lebih ringan 5 tahun terakhir ketimbang 5 tahun pada awal - awal mulai mencicil rumah. Dan mungkin beberapa diantara kita masih banyak yang belum sadar bahwa bunga bank, deposito, investasi atau nilai pertumbuhan aset (rumah, emas, tanah) masih dibawah tingkat inflasi di Indonesia.


Contoh ilustrasi dan kalkulator Inflasi

Nama File: Rumus Present Value.xlsx
Ukuran File: 34 kb
Tipe File: Microsoft Excel 2010 (.xlsx)

Unduh disini http://sdrv.ms/1302sXf

Sebagai contoh, saya lampirkan tautan untuk mengunduh file diatas agar dapat memanfaatkannya sebagai alat untuk menaksir berapakah perkiraan nilai rupiah 10 tahun mendatang misalnya. Atau untuk mengetahui apakah suku bunga yang ditawarkan lebih tinggi ketimbang inflasi.

Keterangan:
FV = Future Value
i = Suku Bunga
n = Periode

Rumus Future Value


Rumus Past Value


Contoh Future Value 1:

Pak Abu saat ini memiliki uang sebesar satu juta rupiah, dia ingin tahu berapa nilai uangnya 15 tahun kemudian. Pak Abu menyimpan uangnya di Bank Mau Untung dengan bunga 3% p.a. Tingkat inflasi di Indonesia rata - rata 6%.

FV = 1.000.000 x (1 + (-0,06 + 0,03))^10
FV = 1.000.000 x (1 + (-0,03))^10
FV = 737.000

Contoh Future Value 2:

Ibu Fulan Jameela tahun ini mendapatkan warisan sebesar 10 juta rupiah, dia berencana menggunakan uang tersebut untuk biaya masuk kuliah anaknya 5 tahun yang akan datang, tanpa menyimpan uangnya di bank. Uang masuk di kampus itu sebesar 6 juta rupiah, adapun kenaikan biaya pendidikan sebesar 10% dan tingkat inflasi sebesar 7%. Apakah uang warisan tersebut cukup untuk biaya pendidikan anaknya?

FV Uang Warisan = 10.000.000 x (1 +(-0,07)^5
FV Uang Warisan = 6.956.884

FV Biaya Pendidikan Anak = 6.000.000 x (1+(-0.07 + 0.1)^5
FV Biaya Pendidikan Anak = 6.955.644

Dari hasil perhitungan ini ternyata Ibu Fulan Jameela cukup digunakan untuk pendidikan anaknya 5 tahun yang akan datang.

Contoh Past Value 2:
Harga motor Hindi Tigor tahun 2013 sebesar 27.500.000, berapa harga motor tersebut 13 tahun yang lalu jika tingkat inflasi 7% per tahun dan kenaikan barang mencapai 10% per tahun.

PV = 27.000.000/[(1+(-0.07+0.1))^13]
PV = 18.726.162

Contoh Past Value 2:

Kang Ateng, salah satu pejabat di daerah Kubang ingin mengetahui berapa nilai jual tanah 5 tahun yang lalu, karena dia akan jual murah tanahnya untuk keperluan mendadak tapi tidak dibawah harga pada saat dia beli 5 tahun yang lalu. Harga jual tanahnya saat ini mencapai 30 juta rupiah dengan tingkat inflasi 7% per tahun dan kenaikan harga tanah sebesar 10% per tahun.

PV = 30.000.000/[(1+(-0.07+0.1))^5]
PV = 25.878.000

Semoga bermanfaat.

P.S. Jika ada kesalahan atau masih bingung, silakan kirim pertanyaan kritk dan saran dikolom komentar dibawah ini.

Pin It!

Monday, May 20, 2013

Mengkaji Ulang Kartu Jakarta Sehat

Akhir minggu kemarin (18 Mei 2013) dan dilanjutkan pada minggu ini Jakarta akan diwarnai dengan berita seputar program Pemda DKI di era Gubernur Joko Widodo yaitu Kartu Jakarta Sehat (KJS). Beberapa rumah sakit swasta, kurang lebih 16 rumah sakit swasta yang melayani program KJS akan mengundurkan diri dari melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan menggunakan KJS., kemudian beberapa profesional dokter melakukan aksi demo terhadap politisasi program kesehatan dan KJS.

Aksi ini memicu pro dan kontra dari warga Jakarta dan bahkan mungkin masyarakat Indonesia pada umumnya, diantara mereka banyak yang mendukung program KJS dan sebagian lagi keberatan dengan adanya kebijakan ini.

Beberapa fakta di lapangan menunjukkan bahwa program KJS ini mengakibatkan:
  1. Distibusi dan pemanfaatan program KJS untuk lapisan masyarakat yang absurd, hanya dengan berbekal Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), maka warga Jakarta dapat berbondong - bondong untuk mendapatkan pelayanan pengobatan secara gratis. Kebayang berapa banyak warga Jakarta yang ingin mendapatkan program KJS tersebut dan terbayang pula bagaimana nasib warga yang termasuk masyarakat ekonomi lemah yang sedang membutuhkan jasa pengobatan melalui program ini, tapi terbentur masalah administratif dan penuhnya jalur - jalur distribusi. Pengelompokan tingkatan warga yang tidak mampu dan mampu sangat bias, di lapangan saya mendapati beberapa orang yang menurut saya mampu, memiliki usaha dan penghasilan yang tetap bahkan memiliki aset tetapi berharap mendapatkan layanan pengobatan dan kesehatan melalui KJS, sudah punya 7 toko emas tapi karena bisnis emas sedang lemah, maka oknum ini mengaku dirinya tidak mampu, ada juga warga yang memiliki penghasilan pas - pasan tapi tidak tergolong tidak mampu turut mengharapkan jasa pengobatan melalui program ini karena salah satu anggota keluarga menderita kanker selama 2 tahun yang total biayanya mencapai 400 juta rupiah. Disinilah pemerintah DKI dituntut untuk dapat memetakan dan memberikan batasan yang jelas untuk lapisan masyarakat yang seperti apa yang berhak mendapatkan layanan pengobatan dan kesehatan secara gratis melalui program KJS.
  2. Bisnis rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan program KJS, yang secara jelas tidak mendapat subsidi dari pemerintah untuk biaya operasional, seperti honor dokter, pembelian obat - obatan dan peralatan medis, biaya listrik (mungkin beberapa sudah disubsidi dengan kelas rumah sakit), pewaratan peralatan medis dan gedung rumah sakit, sewa lahan rumah sakit dan biaya lain - lain. Berbeda dengan rumah sakit milik pemerintah yang notabene honor dokter, perawat, gedung dan biaya operasional lain - lain ditanggung oleh pemerintah. Rumah sakit swasta adalah suatu usaha bisnis yang mencari keuntungan dengan melayani masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan pengobatan dan kesehatan, dengan melayani program KJS tentu akan menurun tingkat keuntungannya bahkan dapat menyebabkan kerugian jika tidak disiasati dan didukung oleh pencetus dan pelaksana kebijakan.
  3. Besarnya premi yang diperuntukkan bagi program KJS ini terbilang lebih tinggi ketimbang Undang - Undang Badan Pelaksana Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK) yang di 2014 nanti menjadi BPJS (Badan Pelaksana Jaminan Sosial), namun masih tergolong kecil untuk warga Jakarta yang jumlahnya besar itu. Premi tersebut hanya sebesar Rp. 23.000 yang diambil dari budget APBD DKI Jakarta. Ada 2 kemungkinan pemerintah DKI menyikapi besarnya premi ini, pertama adalah memperbesar premi atau malah tidak melakukan perubahan besaran premi. Karena perlu dana yang cukup untuk dialokasikan pada program KJS ini walaupun tingkat kebutuhan masyarakat diharapkan akan terus menyusut sejalan dengan meningkatnya tingkat kesehatan warga Jakarta.
  4. Kebijakan KJS ini adalah kebijakan yang dianggap sebagai pencitraan dan dianggap pula sebagai alat yang mampu mendongkrak partai politik atau golongan tertentu. Kebijakan pemerintah, dalam hal ini pemerintah DKI  seharusnya tidak melulu dengan meng-GRATIS-kan layanan pengobatan dan kesehatan di Jakarta, tapi juga dengan menaikkan pendapatan daerah dengan mendisiplinkan pembayaran pajak dari para pengusaha yang mangkir atau berhutang pajak serta mampu mendistribusikannya dengan baik dan benar, mengoptimalkan pendapatan daerah yang berasal dari non pajak, meningkatkan taraf hidup, mengkampanyekan hidup sehat, meningkatkan gizi masyarakat dan menghapuskan bisnis kapitalisme yang merusak sendi - sendi perekonomian warga Jakarta. 
  5. Dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini, dimana hutang negara cukup besar dan belum lunas, tingginya tingkat korupsi yang menyebabkan tidak sesuainya pendapatan negara yang seharusnya, oleh para koruptor, lambatnya penanganan dan eksekusi yang terlihat seperti tebang pilih terhadap koruptor, pendapatan negara atas tanah, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya serta cabang - cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak di Indonesia tidak sepenuhnya menjadi dimiliki oleh negara, maka kebijakan - kebijakan sosial seharusnya diambil dan diputuskan lebih matang dengan pertimbangan - pertimbangan berlapis dan memiliki visi jangka panjang. Kebijakan tidak diambil hanya untuk kepentingan - kepentingan yang sifatnya sesaat atau sekedar merealisasikan janji - janji emosionil pada saat kampanye politik. Menurut Prof. G.A. Swabessy (Menteri Kesehatan RI tahun 1966 - 1978) yang mencetuskan ide tentang asuransi kesehatan yang ditanggung sebagian - sebagian oleh pemerintah dan tertanggung atau penjamin atas tertanggung, yang akhirnya mencetuskan idenya menjadi Asuransi Kesehatan (ASKES) beranggapan bahwa negara akan dapat runtuh (maksudnya jatuh bangkrut secara perekonomian), jika kesejahteraan rakyatnya ditanggung 100% oleh negara. Disilah dituntut adanya sikap pemerintah mendukung penuh pertumbuhan bisnis asuransi kesehatan dengan menaikkan taraf hidup rakyat agar dapat membayar sendiri premi asuransinya atau sebagian premi asuransinya. Dengan demikian diharapkan akan berimbas kepada kesejahteraan rakyat Indonesia dan turut memajukan perekonomian Indonesia.
Semoga bermanfaat.
Pin It!

Sunday, May 5, 2013

Asuransi Itu Gak Ribet


Kata siapa ikut asuransi itu ribet? Mulai dari pendaftaran kepesertaan, proses upgrade, proses topup, proses klaim, proses penarikan bahkan pada saat proses penutupan polis tidaklah seperti yang Anda bayangkan atau dengar.

Anda Punya Agen

Anda punya agen yang dari awal sudah bekerja dengan Anda sebagai konsultan keuangan, agen dapat membantu menghitung berapa besar uang Anda yang bisa Anda investasikan. Mereka dapat menghitung berapa besar future income dan potential protection yang dapat digunakan untuk investasi.

Agen juga dapat memberikan advise akan produk mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada beberapa produk yang khusus untuk tipe profesi prospek bahkan rentang usia, jenis kelamin, prioritas alokasi dana sesuai dengan tujuan asuransi dari prospek. Agen secara tidak langsung bertindak sebagai konsultan keuangan pribadi Anda secara cuma - cuma. Mereka akan memberikan hitungan tidak saja menguntungkan Anda saat dalam masa pertanggungan tapi juga pada saat nanti Anda mengakhiri polis. Mereka akan menyarankan kepada Anda kapan waktu yang tepat untuk melakukan upgrade atau top up, jenis fund manager yang cocok untuk Anda.

Agen akan membantu Anda setiap terjadi proses - proses tersebut, seperti proses perubahan data, proses medical check-up, proses upgrade, proses topup, proses klaim, proses penarikan dan proses penutupan polis.

Proses Pendaftaran Kepesertaan Asuransi

Pada dasarnya proses pendaftaran sangat mudah, Anda hanya perlu mengisi formulir pendaftaran dan mempersiapkan data pendukung yang dibutuhkan. 

Untuk asuransi orang dewasa hanya cukup dengan melampirkan fotokopi kartu identitas resmi yang masih berlaku seperti KTP, SIM atau KITAS bagi warga negara asing dan fotokopi lembar informasi rekening dari buku tabungan atau fotokopi kartu kredit.

Sedangkan untuk anak - anak umumnya hanya membutuhkan lampiran fotokopi Akte Kelahiran Anak, kartu identitas resmi yang masih berlaku Pemegang Polis (Orang Tuanya), buku imunisasi atau buku perkembangan kesehatan anak dari rumah sakit dan fotokopi lembar informasi rekening dari buku tabungan atau fotokopi kartu kredit.

Untuk kepesertaan Badan Usaha umumnya akan membutuhkan lampiran fotokopi:
  1. Akta Pendirian dan/atau Anggaran Dasar dan perubahannya
  2. Akta Notaris mengenai susunan Anggota Direksi dan Komisaris yang terbaru
  3. SK persetujuan pendirian PT/Yayasan dari Menteri Hukum dan HAM
  4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama Badan Usaha
  5. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)/Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) yang masih berlaku
  6. Surat Ijin Usaha (SIU) yang masih berlaku dari instansi yang berwenang
  7. Fotokopi Laporan Keuangan Terkini/Terakhir (Neraca dan Laporan Laba/Rugi)
  8. Fotokopi KTP/SIM/Paspor, KIMS/KITAS/KITAP (untuk WNA) untuk Wakil Calon Pemegang Polis (Direktur Utama/Ketua Pengurus/Pimpinan Utama)
  9. Surat Kuasa tertanggal maksimal 3 (tiga) bulan sebelum tanggal penandatanganan formulir pendaftaran, spesimen tanda tangan serta Nama Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa yang ditunjuk dan berwenang mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama Badan Usaha dalam hal mengurus semua keperluan yang terkait proses 

Terkecuali ada kondisi khusus yang membutuhkan informasi tambahan seperti calon prospek yang pernah hangus polisnya, memiliki rekam medis penyakit kritis atau nilai uang pertanggungan yang besar, akan membutuhkan beberapa tahapan untuk kepesertaan seperti mengisi kuesioner atau mengikuti medical check-up.

Proses Pembayaran Premi

Dalam pembayaran premi, sudah banyak perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan bank - bank yang beroperasional secara nasional untuk mempermudah Anda membayar premi asuransi. Pada umumnya fasilitas perbankan yang membantu dalam proses pembayaran premi terdiri dari:
  1. Auto Debet. Pembayaran uang premi akan didebet secara berkala dari rekening yang sudah Anda kuasakan kepada perusahaan asuransi.
  2. Kartu Kredit. Pembayaran uang premi akan didebet secara berkala dari kartu kredit VISA/MasterCard/BCA Card, yang sudah Anda kuasakan kepada perusahaan asuransi.
  3. ATM. Banyak bank yang sudah menyediakan fitur pembayaran melalui mesin ATM. Anda langsung dapat membayar setoran premi, hanya dengan memasukkan nomor polis dan jumlah setoran premi dengan menu pilihan yang mudah diikuti.
  4. Internet Banking. Sama seperti ATM namun lebih mudah, Anda bisa langsung membayar premi melalui komputer yang terhubung dengan internet.
  5. Tansfer Bank. Anda dapat melakukan setoran premi melalui layanan transfer bank dengan mencantumkan nomor rekening dari perusahaan asuransi tersebut ditambah informasi nomor polis dan jumlah premi yang akan dibayarkan.
Jika Anda tidak memiliki kartu kredit atau rekening bank, Anda tetap bisa memiliki asuransi dengan melakukan setoran tunai ke bank yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi.

Beberapa agen juga bersedia untuk menjemput uang Anda untuk pembayaran premi, namun dengan alasan keamanan sebaiknya Anda tidak membayar premi melalui agen karena resiko cukup tinggi pada saat agen menerima uang Anda sampai disetorkan ke perusahaan asuransi. Saya yakin agen asuransi memiliki itikad dan attitude yang baik dengan menjaga hubungan yang baik klien mereka dan tidak berkeberatan untuk membantu Anda dalam membayar premi, namun jika terjadi faktor eksternal yang tidak dapat dikontrol oleh para agen seperti kecelakaan lalu lintas, sakit atau lupa akan dapat menyebabkan pembayaran uang premi Anda menjadi tertunda atau malah tidak terbayarkan. Sebagian bersar perusahaan asuransi yang baik tidak menyediakan tanda terima resmi untuk menerima pembayaran tunai premi asuransi melalui para agen.


Proses Perubahan Data/Polis

Selama berjalannya waktu, tentu terdapat kemungkinan terjadinya perubahan data seperti perubahan data pribadi misalnya perubahan alamat, nomor telepon, para penerima manfaat dan status perkawinan, perubahan merokok atau berhenti merokok serta perubahan besarnya uang premi. Agen akan membantu  Anda pada saat mengisikan form, melampirkan dokumen pendukung dan mengajukannya ke perusahaan.

Proses Klaim

Pada saat Anda atau tertanggung mengalami kerugian seperti sakit kritis, masuk rumah sakit, agen juga akan membantu Anda mulai dari proses pencarian rumah sakit rekanan, proses pendaftaran dan proses klaim.

Proses Penarikan Dana

Pada saat Anda menarik dana untuk kebutuhan asuransi pendidikan, perusahaan dan agen akan membantu proses penarikan dana Anda untuk menerima manfaat tersebut.

Proses Penutupan Polis

Jika Agen telah menjelaskan apa - apa saja manfaat yang akan Anda terima dan apa - apa saja manfaat yang tidak lagi berlaku sejk penutupan polis atau menjelaskan apakah Anda melakukan penutupan diwaktu yang tepat atau menyarankan Anda untuk menangguhkan penutupan demi keuntungan yang didapat atau proteksi yang maksimal, para Agen juga akan membantu membawa Anda melewati proses penutupan ini.

Bagaimana Jika Agen Anda Sudah Tidak Ada?

Pada perusahaan asuransi besar atau yang memiliki reputasi baik dan professional, Anda sebagai klien akan diinformasikan bahwa agen Anda sudah tidak aktif secara tertulis karena suatu alasan tertentu seperti mengundurkan diri, meninggal atau alasan penonaktifan lainnya. Perusahaan asuransi akan mengganti agen Anda dengan Leader Agen, Agen pengganti tersebut akan bertindak sebagai agen Anda yang baru dalam memberikan pelayanan. 

Jika dalam situasi yang tidak memungkinkan Anda tetap dapat menghubungi kantor agensi atau layanan customer service perusahaan asuransi tersebut untuk mendapatkan bantuan.

Kalau seperti penjelasan diatas tentu Anda tidak akan berpikir bahwa berasuransi itu tidak ribet (repot). Kenapa Anda menunda berasuransi, kalau berasuransi itu mudah dan praktis? Jangan terlambat dan jangan sampai ada yang tanya "Kemana saja Anda 10 tahun yang lalu?"
Pin It!

Monday, April 22, 2013

Kenapa Kita Harus Berasuransi?

Banyak sekali diantara kita yang masih skeptik (ragu - ragu) atau sudah terlebih dahulu sinis, negatif atau defensif mati - matian jika ditawarkan program perencanaan keuangan seperti asuransi, bahkan tidak sedikit yang langsung alergi bila mendengar kata asuransi disebutkan.

Pengalaman pribadi saya, sebagian teman - teman saya seketika menjaga jarak dengan saya begitu mereka tahu saya berprofesi sebagai agen, seolah - olah saya mengidap salah satu jenis penyakit menular yang berbahaya. Pada suatu kesempatan lain, saya juga pernah menerima pengalaman yang kurang menyenangkan tentang profesi saya sebagai agen dimuka umum, yang menurutnya seorang agen hanya tidak lebih dari seorang tenaga pemasaran yang hanya manis didepan tapi pahit dibelakang. Tapi saya tidak kaget dengan reaksi - reaksi seperti itu karena saya merasa bukanlah seorang tenaga pemasaran seperti yang dimaksud dan juga saya mengerti kalau tipe orang yang perfeksionis akan selalu bersikap hati - hati dan memiliki banyak pertimbangan terhadap suatu produk/informasi baru, yang menurut pengetahuan mereka dapat menyebabkan kerugian dipihaknya, saya juga maklum karena mungkin sebagian dari mereka masih banyak yang belum mengerti dan memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai asuransi.

Berikut ini beberapa penjelasan singkat, kenapa kita harus memiliki asuransi.
  1. Hal yang pertama adalah karena kita orang Indonesia. 
    1. Di Indonesia baru 2% dari seluruh penduduk Indonesia yang sudah memiliki asuransi, berbanding terbalik dengan Singapore yang memiliki populasi sekitar 5.312.400 jiwa (Sensus 2012), tapi kepemilikan asuransi sebanyak 12.192.849 polis atau sama dengan 244% dari total seluruh penduduk Singapore. Sumber data: MAS-SG.
    2. Di Indonesia banyak sekali gunung berapi, negara kepulauan yang rawan dengan bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir atau tanah longsor. Indonesia adalah salah satu negara yang berpeluang tinggi terhadap resiko bencana alam versi UN-ISDR bahkan beberapa letusan gunung berapi yang ada di Indonesia termasuk letusan gunung berapi terbesar di dunia seperti letusan Gunung Krakatau (1883), letusan Gunung Tambora (1815) dan letusan Gunung Toba (77 ribu tahun yang lalu), yang masing - masing memiliki skala 6, 7 dan 8 VEI.
    3. Asuransi dapat memutus rantai kemiskinan. Beban yang harus kita dan generasi anak kita bisa diputus dengan mengontrol resiko melalui asuransi.
  2. Cara menabung yang salah. Sejak kecil kita sudah diajarkan menyisihkan sisa uang jajan untuk ditabung, secara tidak disadari bahwa cara menabung seperti ini lebih sulit diterapkan karena memiliki tingkat kedisiplinan yang rendah dan mereka akan menabung jika ada uang sisa jajan.  Rumusnya menjadi Pendapatan - Pengeluaran = Menabung, menurut kajian para Financial Planner, cara yang lebih efektif untuk menabung dengan menggunakan rumus Pendapatan - Menabung = Pengeluaran. Secara tidak sadar, dengan berasuransi, kita telah menerapkan rumus kedua dengan mengalokasikan sebagian penghasilan untuk ditabung, baru kemudian sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari - hari. Untuk tahap lebih lanjut terdapat rumus Pendapatan 
  3. Nilai suku bunga investasi yang lebih tinggi ketimbang deposito apalagi tabungan biasa. Rata - rata suku bunga deposito sebesar 6% p.a, suku bunga tabungan sebesar 2% - 3% p.a,sedangkan suku bungan investasi di asuransi berkisar 12 - 15% p.a, diatas rata - rata tingkat inflasi sebesar 9% - 11% per tahun.
  4. Manfaat asuransi yang tidak dapat ditemui  pada jenis investasi lainnya seperti obligasi, reksadana, saham, tanah, rumah, emas atau logam mulia lainnya.
  5. Asuransi itu GRATIS. Sedikitnya nilai investasi yang akan terbentuk dalam jangka waktu tertentu, dapat mengembalikan modal investasi yang sudah dibayarkan selama masa setor atau bahkan memberikan keuntungan karena nilai investasi yang terbentuk lebih besar dari modal yang ditanamkan dan jika terjadi klaim, maka klaim tersebut nilainya cuma - cuma atau gratis. 
  6. Karena asuransi memberikan uang pertanggungan dimuka, pada saat kita baru membayar premi awal.
  7. Karena suatu saat nanti, kita akan berbagi tabungan dengan profesional, yaitu dokter atau guru. TAPI dengan asuransi, kita telah memisahkan antara tabungan dengan biaya pengobatan/pendidikan, sehingga tabungan yang telah kita persiapkan tidak akan berkurang dengan adanya asuransi.
  8. Walaupun kita telah menjaga pola makan dan gaya hidup kita dengan sehat TAPI faktor - faktor eksternal yang tidak bisa kita kontrol seperti polusi udara, berkurangnya kandungan gizi pada bahan - bahan makanan, kemacetan yang menimbulkan stress, proses penuaan cepat atau lambat akan membawa kita kepada suatu titik akhir.
  9. Karena kita ingin mendapatkan pelayanan rumah sakit yang sesuai dengan apa yang telah kita upayakan selama sehat.
  10. Karena dengan berasuransi kita hanya perlu membayar premi asuransi saja, bukan membayar seluruh tagihan rumah sakit.
  11. Walaupun kita telah memiliki tunjangan kesehatan dari tempat kita bekerja atau dari negara sekalipun, tapi jika dianggap sudah unfit karena terlalu lama berada dirumah sakit, maka tidak mungkin kita akan kehilangan pekerjaan atau bisnis kita.
  12. Karena tingkat pelayanan medis itu tergantung dengan jumlah uang yang dibayarkan. Kelas VIP tentu berbeda pelayanannya dengan kelas 3.
  13. Karena kita berkesempatan memiliki asuransi selagi sehat dan produktif, jika kita ingin memiliki asuransi pada saat kita membutuhkan karena sakit atau sudah tidak produktif akan menjadi lebih sulit.
  14. Karena semua ini tentang CINTA, KOMITMEN dan TANGGUNG JAWAB selaku kepala keluarga, selaku suami terhadap istri, selaku ayah terhadap anaknya, selaku anak kepada orang tuanya, selaku kakak selaku saudara, selaku seseorang yang mampu untuk dicintai dan mencintai.
Dengan pemahaman dari penjelasan diatas, tentunya kita dapat menyimpulkan sendiri bagaimana pentingnya orang Indonesia memiliki asuransi. Asuransi secara langsung atau tidak langsung telah turut mensejahterakan rakyat Indonesia, diantaranya:
  1. Menurunkan tingkat kemiskinan dengan terbukanya kesempatan kerja yang besar bagi siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin, tingkatan pendidikan, pengalaman kerja, kondisi fisik atau suku bangsa.
  2. Mengupayakanan penggalangan dana investasi untuk membantu pendanaan pembangunan di sektor riil dan non riil dan menularkan budaya positif dengan mengajak bangsa Indonesia untuk senang berinvestasi.
  3. Mensejahterakan rakyat dengan memberdayakan kemampuan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak dengan cuma - cuma atau biaya murah.
  4. Mendukung pembangunan nasional dengan membayar pajak atas seluruh aset dan pendapatan yang dimiliki oleh perusahaan asuransi.
Pin It!

Wednesday, April 10, 2013

Premi Tunggal

Memilih asuransi dengan pembayaran premi sekali saja selama kepesertaan atau dikenal dengan premi tunggal atau single premium, cocok bagi mereka yang:

  1. Menghindari pembayaran premi secara berkala (bulanan, tiga bulanan, enam bulanan atau tahunan) dengan alasan yang lebih praktis.
  2. Pengusaha yang memiliki dana yang tidak produktif. Kondisi pasar yang tidak stabil dapat menyebabkan para pebisnis melakukan aksi wait and see, dalam keadaan yang tidak dapat ditentukan kapan akan berakhir tersebut, mereka bisa memilih menyimpan dananya di asuransi dengan pilihan premi tunggal.
  3. Sedang mempersiapkan masa pensiun dan warisan dengan dana yang kurang memadai untuk membeli tanah atau investasi jangka panjang lainnya.
  4. Memiiki dana yang cukup besar yang diperoleh secara tahunan, seperti karyawan yang mendapatkan bonus tahunan atau para trader atau investor saham yang baru saja menerima keuntungan (taking profit) atau deviden. Single premiun bisa dijadikan sebagai solusi untuk mengembangkan dana yang ada tersebut.
  5. Telah memiliki banyak polis asuransi dan berencana untuk memilih untuk menginvestasikan uangnya.

Single premi yang termasuk investasi jangka panjang, oleh karena itu perlu dipertimbangkan bahwa untuk asuransi jenis ini akan lebih fokus kepada sisi investasi ketimbang asuransi. Anda tetap mendapatkan proteksi asuransi hanya untuk tunjangan kematian saja.

Keuntungan kepemilikan Premi Tunggal ini diantaranya:
  1. Sudah termasuk asuransi jiwa untuk tunjangan kematian.
  2. Premi sekali bayar untuk masing - masing kepesertaan, dengan persyaratan minimum premi sebesar 12 juta rupiah.
  3. Nilai pengembalian dana akan lebih besar ketimbang dana disimpan dalam bentuk tabungan, deposito bahkan emas sekalipun.
  4. Jumlah premi lebih murah karena jenis premi tunggal ini tidak mengalokasikan premi untuk asuransi - asuransi tambahan.
Semoga bermanfaat.

Pin It!

Tuesday, April 2, 2013

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 30%


Metrotvnews.com, Jakarta: PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan premi sebesar Rp19,3 triliun di 2012 atau tumbuh 30% dibandingkan tahun sebelumnya Rp14,8 triliun.

Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan mengatakan kinerja perusahaan didorong inovasi produk yang berkelanjutan serta kekuatan jaringan distribusi multichannel kelas dunia

"Pertumbuhan perusahaan yang berkesinambungan menjadi landasan bagi upaya kontribusi Prudential Indonesia, baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan kesejahteraan keuangan jangka panjang bagi nasabah," katanya dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jakarta, Selasa (2/4).

Pendapatan premi bisnis baru tumbuh 24% menjadi Rp9,9 triliun pada periode Januari-Desember 2012 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp7,9 triliun. Bisnis syariah mencatatkan total pendapatan premi Rp2,1 triliun atau meningkat 21,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,7 triliun.

William menuturkan kinerja Prudential menunjukkan komitmen dan fokus perusahaan dalam menyediakan layanan yang terbaik di kelasnya serta produk yang sesuai kebutuhan bagi masyarakat Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat telah meningkatkan permintaan akan produk-produk asuransi. Prudential tanggap merespons hal ini dengan secara efektif memenuhi kebutuhan nasabah," ungkapnya.

Menurut dia, Prudential menawarkan produk unit link premi reguler, baik konvensional maupun syariah. Perusahaan mengembangkan portofolio produk, termasuk riders baru yang komprehensif dan inovatif yang dapat memenuhi permintaan yang terus berkembang dari keluarga para pekerja keras di Indonesia.

"Kami berupaya sekuat tenaga untuk menjadi perusahaan kelas dunia dengan menerapkan standar tertinggi dalam setiap hal yang kami lakukan, agar kami dapat senantiasa memberikan layanan yang sesuai kebutuhan bagi lebih dari 1,7 juta nasabah kami di Indonesia," tuturnya.

William menuturkan dana kelolaan Prudential menempati posisi tiga teratas di kelas aset masing-masing. "Tentunya manajer investasi kami dari Eastspring Investments senantiasa memastikan upaya terbaik dalam mengelola portofolio nasabah untuk mencapai hasil maksimal. Kami percaya, produk-produk unit link akan terus menjadi pilihan nasabah untuk membantu mereka dalam memenuhi sasaran keuangan jangka panjang," jelasnya.

Prudential Indonesia, katanya, membayarkan total klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp5,8 triliun di 2012 atau naik 47% dibandingkan 2011. Total dana kelolaan pada 2012 mencapai Rp34,5 triliun, meningkat 25,6% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp27,4 triliun. (Wibowo)

Ini artinya apa?

  1. Prudential adalah perusahaan asuransi nomor satu di Indonesia.
  2. Bisnis asuransi Prudential tumbuh dengan sehat.
  3. Prudential mampu mewujudkan janji dan mengutamakan kepercayaan bagi klien dengan membayarkan klaim dengan ratio lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
  4. Pengelolaan investasi Prudential di-manage dengan sangat baik dan rapih sehingga pencapaiannya mencapai nilai persentasi yang fantastis dari tahun sebelumnya.
  5. Prudential membuka lapangan pekerjaan yang diminati dari semua kalangan yang ada di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan tenaga pemasaran aktif Prudential dari 141 ribu orang pada tahun 2011 dan kini mencapai 218.096 orang, yang tersebar di 128 kota di Indonesia yang terdiri dari 316 kantor agensi dan 7 kantor penjualan.
  6. Dari 218.096 agen, terdapat 4.650 Unit Manager (2,13%), 1.630 Senior Unit Manager (0,75%) dan 1.076 (0,49%) Agency Manager. Ini berarti terbuka kesempatan selebar - lebarnya untuk berkarir di Prudential.
  7. Prudential juga sebagai pembayar pajak tertinggi dikelasnya yaitu sebesar 1 triliyun rupiah tahun pajak 2012.
Pin It!

Friday, March 29, 2013

Apa Kata Mereka Tentang Asuransi

Penyesalan yang paling menyedihkan pada saat kita kehilangan orang - orang yang kita cintai, bukanlah hanya hilangnya rasa kebersamaan dan kehilangan mereka secara fisik saja, tapi adalah kehilangan kesempatan untuk berbuat sesuatu yang terbaik, baik itu sifatnya penghormatan, aktualiasasi dari rasa terima kasih atau balas budi atau yang sudah merupakan suatu kewajiban kepada orang - orang yang lebih tua semasa mereka hidup.

Berikut ini adalah beberapa testimonial pilihan dari sebagian prospek dan klien saya, seputar manfaat asuransi atau tentang pengalaman mereka dengan orang - orang yang mereka cintai.


Bapak HN, 37 tahun, Pegawai Negeri, Kampung Sawah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten - "Saya seorang pegawai negeri, saya senang menjadi pegawai negeri karena merupakan cita - cita saya sebagai pengabdian kepada negara. Kami berlima, saya, istri saya dan ketiga anak saya, usia anak saya yang paling kecil masih 1 tahun. Kalau pegawai negeri, kesejahteraan sosial dan kesehatan hanya diperuntukkan bagi 1 istri dan 2 orang anak, jadi anak saya yang paling kecil ini adalah anak swasta. Saya ingin dia (anak bungsunya) juga mendapatkan jaminan sosial dan kesehatan yang sama, bisa tumbuh dengan baik, mengenyam pendidikan yang berkualitas dan memiliki hak yang sama dengan kedua kakaknya. Walaupun istri saya bekerja di perusahaan swasta, namun masa depan anak - anak saya adalah tanggungjawab yang selalu ada dipundak saya sebagai ayahnya sampai dia (anak bungsunya) bisa mandiri."

Bapak S, 64 tahun, Pengusaha Mebel, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten - "Istri saya telah mengidap penyakit Diabetes Mellitus sejak 10 tahun yang lalu, saya ingin dia selalu sehat dan tetap ceria sama seperti pada saat saya bertemu dengannya. Saya tetap rawat dia walaupun dirinya (istrinya) tidak pernah ambil pusing dan mengeluh dengan penyakit yang dideritanya. Saat ini dia (istrinya) tidak pernah masuk rumah sakit, bisa beraktifitas seperti biasa dan tetap mengkonsumsi vitamin yang dapat mengontrol kadar gulanya dan hidup normal. Uang yang banyak tidak dapat membahagian saya, jika bagian dari kehidupan saya ada yang tidak merasakan kebahagiaan tersebut bersama - sama. Saya ingin dia memiliki asuransi kesehatan, namum sudah beberapa asuransi tidak bisa menerima pengajuan asuransinya, saya sudah merasa sudah cukup tua untuk bisa memberikan lebih dibandingkan pada saat saya masih muda dulu, oleh karena itu saya ingin ada asuransi yang bisa menjamin perawatan kesehatannya jika saya sudah tidak ada lagi."

Ibu J, 54 tahun, Pedagang Perabotan Rumah Tangga, Cinere, Jakarta Selatan - "Pada saat saya gadis, saya berangan - angan ingin punya suami pegawai negeri, yang waktu itu saya merasa menjadi istri pegawai negeri akan lebih terjamin hidupnya dengan adanya pensiun, namun jodoh adalah rahasia Allah SWT, saya akhirnya bersuamikan seorang ajudan pribadi dokter yang tidak memiliki pensiun dan berpenghasilan pas - pasan. Saya sendiri merintis usaha saya mulai dari pasar tradisional yang becek diemperan toko, sampai saat ini saya bisa menyewa toko yang besar. Saya ingin membuatkan asuransi untuk diri saya sendiri dan suami saya, saya ingin pada saat kami (saya dan suami) sudah tidak ada, ada sesuatu yang berarti untuk anak - anak dan cucu kami. Saya ingin punya pensiun, seperti harapan saya waktu masih gadis. Sebelum mas (penulis) datang ke toko saya, saya pernah menanyakan asuransi kepada pemilik toko yang saya sewa ini yang juga seorang agen asuransi, namun entah kenapa, pemilik toko tersebut menolak membantunya, saya terus berdoa kepada Tuhan untuk diberikan jalan, agar mimpi saya tersebut dapat terwujud. Entah kenapa besoknya, saya ditemukan dengan mas yang menawarkan asuransi, awalnya saya berpikir kalau mas itu anak buahnya sipemilik toko, ternyata bukan. Saya bersyukur kepada Allah SWT dengan ditunjukkan jalan dengan mudah untuk menggapai mimpi saya dan suami untuk memiliki pensiun."

Bapak MN, 41 tahun, Pedagang Perabotan Rumah Tangga, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten - "Saya sudah merasakan pahit dan senangnya hidup, saya tahu bagaimana rasanya sengsara. Diusia yang bisa dibilang diatas rata - rata saya baru menikah, saat ini anak saya baru satu dan berusia 1 tahun. Saya dulu adalah pedagang pasar malam, saya begitu sibuk untuk memperbaiki kehidupan saya sampai akhirnya saya memiliki sebuah toko di pasar ini. Dengan usia saya ini, saya ingin istri dan anak - anak saya hidup dengan berkecukupan jika saya sudah tidak mampu lagi bekerja atau sudah dipanggil Allah SWT. Bayangkan, pada saat anak saya berusia 25 tahun nanti, saya sudah berusia 65 tahun dan itu baru anak pertama, belum lagi anak kedua dan seterusnya, saya mau mengusahakan sesuatu yang terbaik (bagi mereka), seperti yang sudah saya usahakan, sebelum saya memiliki toko ini dengan keyakinan bahwa dengan memaksakan diri menyisakan keuntungan dari usaha saya yang saat ini bisa dibilang sudah jauh lebih baik, untuk jaminan masa depan mereka nanti. Ini tanggung jawab saya sebagai orang tua dan suami, saya tidak mau ikut terseret ke neraka, jika hidup mereka tidak pantas sepeninggal saya."

Ibu SI, 46 tahun, Single Parent dan Penjual Kerupuk, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten - Saya sudah setahun ditinggal suami karena menderita jantung koroner. Suami saya bekerja disuatu perusahaan kontraktor terkenal, yang telah mengerjakan banyak bisnis properti di Jakarta, semasa hidup saya, tidak terpikir oleh saya untuk berdagang kerupuk seperti sekarang ini. Hidup kami serba berkecukupan saat itu, anak kami yang pertama mampu melanjutkan sekolah sampai ke jenjang S1. Pada saat suami saya sakit hingga meninggal, segala biaya pengobatan ditanggung oleh kantor tempat suami saya bekerja, ini sangat meringankan Sekarang saya harus mencukupi kebutuhan rumah tangga dan memastikan kelanjutan pendidikan anak - anak saya. Saya berharap saya mampu menyelesaikan apa yan sudah suami saya usahakan untuk mereka (anak - anaknya). Saya ingin punya asuransi, tapi saat ini hidup saya, sangat pas - pasan, banyak yang musti saya pikirkan saat ini, sewa tempat usaha, uang kuliah dan sekolah anak saya dan uang makan sehari - hari. Nanti begitu saya sudah ada rejeki lebih baik, saya pasti menghubungi mas"

Bapak MZ, 70 tahun, Tidak memiliki pekerjaan tetap, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten -  "Usia saya sudah 70 tahun, saya punya 6 orang anak, istri saya sudah meninggal dunia lebih dahulu. Untuk bertahan hidup, saya membantu keponakan saya disini. Saya ingin anak - anak menghargai saya, selama ini saya hidup boros dan egois, tidak pernah memikirkan secara serius masa depan dan apa yang menjadi harapan mereka. Saat ini anak - anak saya sudah berkeluarga semua dan masing - masing berusaha untuk hidup layak. Saya merasa ini kesalahan saya. Setelah kamu jelaskan bahwa saya memiliki kesempatan untuk meninggalkan sesuatu yang bisa menjadi warisan untuk anak - anak dan cucu saya, walaupun tidak dalam jumlah yang banyak, saya langsung berniat untuk ikut berasuransi. Semoga sedikit yang saya tinggalkan itu, bisa menjadi amanah buat mereka. Saat ini saya mendapatkan 10 - 20 ribu perhari dari keponakan saya, saya ingin menyisihkan 250 ribu untuk ikut berasuransi tiap bulannya, untuk makan saya dapat dari keponakan saya, doakan saya terus sehat dan tetap bisa bayar asuransi dengan lancar."

Ibu C, 71 tahun, Pedagang Perabotan Rumah Tangga, Pasar Rumput, Jakarta Selatan - Pada saat dijelaskan kepadanya bahwa ibu C ini tidak bisa mengajukan asuransi lagi karena kendala usia, ibu C ini menyampaikan keinginan dan harapannya untuk masa depannya. "Saya ingin dikuburkan di kampung halaman saya, tentu ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Saya memiliki satu orang anak dan saya tidak ingin membebani anak atau keluarga dengan keinginan saya itu. Saat ini tiga kios yang saya punya, saya operasikan sendiri, anak tunggal saya ini belum terpanggil hatinya untuk meneruskan usaha saya dan tetap berusaha untuk memiliki penghasilan sendiri tanpa bantuan orang tua, padahal saya merasa sudah cukup tua dan ingin beristirahat dan memberikan kesempatan dari sisa hidup saya untuk mewariskan ilmu yang saya punya untuk anak saya ini." Akhirnya ibu ini mengajukan kepesertaan asuransi ini atas nama anaknya, tapi dia yang bayar, ide ini datang dari dia sendiri padahal saya sudah kehabisan akal saat itu dengan tekad ibu itu ikut berasuransi dan juga dengan keterbatasan usia si ibu, tapi ternyata niatan ibu tersebut ditolak oleh anaknya, karena merasa bahwa asuransi bukan merupakan solusi yang terbaik untuk ibunya dan sekali lagi ibu itu mengajukan ide untuk menabung 100ribu rupiah per bulan untuk dikelola oleh saya, sehingga uang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencapai cita - cita ibu tersebut.

Akang T, 29 tahun, Pemilik Rumah Makan Padang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - "Saya mau ikut asuransi, pertama - tama karena saya ingin keluarga saya memiliki tabungan, sebagai pedagang, penghasilan saya tidak tetap, pasti ada pasang surutnya dan pada saat saya sakit, saya tidak mau menyusahkan mereka. Saya sangat mencintai istri dan anak saya, bukan suatu jalan yang mulus untuk dapat meminang wanita yang saat ini menjadi istri saya dan kamipun dikaruniai rejeki seorang anak yang saat ini tumbuh sehat dan pintar. Saya ingin keadaannya selalu seperti ini. Yang kedua karena saya melihat adik saya sakit dan berobat di RSUP Jakarta Selatan dan semua biaya pengobatannya diganti oleh asuransi. Ini menguatkan saya untuk berasuransi, karena dengan cara ini saya bisa seperti apa yang saya mau. Adik saya menderita paru - paru, total biaya pengobatannya di rumah sakit selama 2 minggu mencapai 25 juta dan masih berobat jalan sampai sekarang. Saya membayangkan jika keadaan serupa menimpa saya, rumah makan saya akan tutup selama 2 minggu dan saya harus mengeluarkan biaya yang besar untuk biaya pengobatan saya."

Ibu ST, 52 tahun, Penjual busana muslim, Cileduk, Tangerang Selatan, Banten - "Saat ini, saya menjadi tulang punggung keluarga, suami saya tidak memiliki penghasilan tetap sedangkan 2 anak saya sedang menyelesaikan kuliah mereka. Saya ingin memiliki asuransi kesehatan, karena saya banyak memiliki pengalaman dari teman dan keluarga saya yang kehidupannya menjadi sulit setelah salah satu anggota keluarganya yang sakit, termasuk suami saya yang menderita jantung koroner dan akhirnya kehilangan pekerjaannya. Untuk tahap awal saya akan mengasuransikan kesehatan saya terlebih dahulu, nanti kalau rejeki saya terus membaik saya akan tambahkan nilai premi saya dan ikut dalam investasi. Buat saya, saat ini kesehatan saya adalah segala - galanya. Oleh karena itu saya agak detail untuk memastikan bahwa saya akan mendapatkan asuransi seperti yang saya inginkan dan segala sesuatu kedepannya sesuai apa yang mas jelaskan."

Masih banyak. testimoni yang bisa disampaikan, kurang lebih ada lebih dari 100 testimonial yang bisa dibagikan, namun dari 9 testimoni  diatas, saya bisa tarik satu kesamaan yaitu:
  1. Mereka yang memutuskan untuk berasuransi, adalah mereka yang merasa bertanggungjawab dengan masa depan dan kehidupan orang - orang yang mereka cintai.
  2. Mereka belajar dari apa yang mereka alami dan tidak ingin membuat kesalahan kedua, termasuk belajar dari pengalaman orang lain.
  3. Mereka yang memutuskan untuk berasuransi, adalah mereka yang memiliki itikad murni yang baik untuk keluarganya.
  4. Mereka yang memutuskan untuk berasuransi adalah mereka yang mampu menghargai apa yang telah mereka dapatkan.
  5. Masih banyak dari mereka yang mulai sadar untuk berasuransi dan berinvestasi, pada saat usia mereka telah lanjut.
Mudah - mudahkan yang membaca testimoni ini adalah bagian dari orang - orang yang memiliki semua yang positif dalam hidupnya dan sudah memikirkan masa depan sejak usia muda.

Semoga bermanfaat.

Pin It!

Sunday, March 24, 2013

Mari Merubah Cara Kita Menabung

Sebagai bangsa yang tinggal di negara yang berkembang, kita dianjurkan untuk hidup hemat, dan menabung adalah salah satu cara hidup hemat. Kekayaan tidak selalu diukur berdasarkan berapa besar penghasilan yang berhasil kita raih, tetapi juga berapa besar uang yang dapat kita tabung sebagai penunjang masa depan yang lebih baik. Orang yang berpenghasilan besar, belum tentu kaya jika tidak bisa mengatur anggaran belanjanya dan tidak menabung, sedangkan orang yang berpenghasilan pas - pasan memiliki peluang untuk menjadi kaya karena bisa mengatur anggaran belanjanya dan menabung.



Sebagian besar dari kita dalam menabung lebih sering menggunakan dengan rumus:

Income - Expenses = Saving

Maksudnya membelanjakan lebih dulu dari apa yang diterimanya, baru kemudian menabung. Dengan rumus seperti ini, yang menjadi prioritas dalam hidup adalah belanja dan menabung akan menjadi prioritas kedua. Sebagian kecil orang yang bisa disebut dewasa dalam membelanjakan uangnya, tidak akan mengalami masalah dengan rumusan ini, Cara menabung seperti ini tidak salah, karena memang dari kecil kita belajar menabung dengan cara seperti ini, sejak kecil waktu kita dikasih uang jajan, kita  dipesan oleh orang tua kita untuk menyisakan uang jajan yang kita terima untuk ditabung, tapi seringkali uang jajan kita habis semua untuk jajan. Bagi mereka yang masih kesulitan mengatur belanjanya, maka rumusan berikut adalah rumusan yang paling tepat untuk siapapun saat ini.

Income - Saving = Expenses

Mendahulukan menabung dari hasil yang diterimanya dan menyisakan sejumlah uang yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan belanja sehari - hari. Dengan rumus ini berarti memprioritaskan menabung ketimbang biaya belanja. Dengan rumusan ini, kemungkinan sisa uang belanja bisa ditabung kembali.

Jika rumus ini telah diterapkan dengan baik dan konsisten, maka tinggal mencari tempat mana yang cocok digunakan untuk menabung yang menguntungkan dan memiliki nilai lebih.

Untuk tingkat yang lebih lanjut dalam mengelola keuangan, rumus diatas bisa berevolusi menjadi seperti gambar berikut ini.


Penghasilan yang diterima disisihkan untuk membangun aset, selebihnya ditabung dan sisanya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari - hari, dari aset yang dibangun menghasilkan penghasilan yang bisa ditabung kembali dan dari sisa penghasilan yang digunakan untuk kebutuhan sehari - hari jika masih ada sisanya bisa ditabung kembali. Ada kemungkinan untuk menabung lebih banyak ketimbang rumus yang pertama bukan?


Pin It!

Friday, March 15, 2013

Mengasuransikan Kesehatan Orang Tua Kita

Pernahkah terpikir oleh kita untuk membalas budi orang tua kita dengan menjamin kesehatan mereka diusia lanjut, seperti halnya usaha mereka menjamin kesehatan kita pada saat masih anak - anak? Memang benar ada banyak cara untuk membalas budi orang tua, yang mungkin kita tidak akan bisa menyamai apa yang telah mereka perjuangkan dan upayakan sejak kita lahir ke dunia sampai saat ini, namun salah satu solusi yang bisa digunakan untuk membuktikannya adalah dengan mengasuransikan kesehatan mereka, dengan mengasuransikan kesehatannya setidaknya dapat memberikan sedikit bantuan  bagi mereka untuk mendapatkan pelayanan yang layak diusianya.

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang biasanya terjadi pada manusia usia paruh baya hingga lanjut. Begitu banyaknya jenis penyakit degeneratif sehingga memungkinkan terjadinya penyakit degeneratif kompleks, yang tentunya akan membutuhkan usaha ekstra untuk menyembuhkannya.

Pada umumnya jaminan kesehatan bagi manula akan membutuhkan nilai premi yang cukup besar untuk dapat mencakup kebutuhan pengobatan secara memadai, jika hal ini belum terjadi maka pengajuan asuransi bisa dilakukan diusia muda dengan masa pertanggungan maksimum untuk manfaat pengobatan. Sedangkan jika orang tua kita sudah berusia diatas 50 tahun, maka kepesertaan bisa diusahakan dengan beberapa cara diantaranya:

  1. Menyesuaikan besaran premi dengan kebutuhan asuransi maksimum bagi mereka. Besaran premi akan mempengaruhi banyaknya manfaat dan besarnya nilai pertanggungan/tunjangan yang akan didapat dari tiap - tiap manfaat yang ada.
  2. Memprioritaskan kepada manfaat/tunjangan kesehatan atau rumah sakit saja dengan masa pertanggungan maksimal atau proporsional, sehingga besaran premi bisa ditekan sedemikian rupa.
  3. Mengikutsertakan kepada proteksi penuh pada jaminan kematian, biaya pertanggungan yang nanti diklaim dapat digunakan untuk mengganti biaya pengobatan yang ada.

Berikut beberapa Contoh Penyakit Degeneratif

  1. Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau dikenal juga dengan nama penyakit Lou Gehrig. Penyakit yang menyebabkan melemahnya fungsi otot tubuh yang dapat menyebakan kesulitan menggerakkan anggota tubuh, seperti kesulitan berjalan. kesulitan berbicara, kesulitan makan dan kesulitan bernafas. Penyakit ini menyerang orang berusia 40 -  60 tahun.
  2. Alzheimer. Gejala umum penyakit ini adalah kesulitan untuk mengingat suatu peristiwa, emosi yang tidak terkontrol, lekas marah, kesulitan berbicara, kehilangan daya ingat jangka jangka panjang. Bagi penderita yang hidupnya bergantung kepada pengasuh, menuntut pengasuh dapat mengantisipasi efek sosial psikologis, fisik dan ekonomi selama merawat penderita penyakit ini atau penderita  membutuhkan terapi khusus atau pengobatan yang membutuhkan manajemen multidisiplin  Dengan spesifikasi dan resiko seperti ini maka penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit yang mahal. Penyakit ini menyerang orang diusia diatas 65 tahun.
  3. Parkinson. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat, memiliki gejala umum seperti tersendatnya gerakan anggota tubuh, gemetar dan kaku. Parkinson termasuk penyakit mahal, biaya pengobatan per pasien di Amerika mencapai USD 10.000/tahun atau sebesar 98juta rupiah. Penyakit ini dapat menyerang orang berusia diatas 40 tahun.
  4. Multiple System Atrophy (MSA). Penyakit ini dikaitkan dengan degenerasi sel-sel saraf di daerah tertentu dari otak. Ini degenerasi sel menyebabkan masalah dengan gerakan, keseimbangan, dan fungsi otonom lain dari tubuh seperti kontrol kandung kemih atau tekanan darah regulasi. Gejalam umum dari MSA adalah lambat, gerakan kaku seperti parkinson, kesulitan koordinasi gerakan dan keseimbangan, gangguan fungsi tubuh otomatis, mengakibatkan pusing atau pingsan saat berdiri, disfungsi ereksi, sembelit, kering mulut dan kulit, kesulitan mengatur suhu tubuh, mendengkur keras atau pernafasan yang tidak normal dan gangguan tidur dan masalah dengan kandung kemih termasuk urgensi, frekuensi, pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap, atau ketidakmampuan untuk buang air kecil (retensi). MSA lebih banyak menyerang laki - laki berusia 50 - 60 tahun.
  5. Niemann-Pick. Penyakit ini termasuk kelompok penyakit fatal pada gangguan metabolisme. Gejala penyakit ini berhubungan dengan pembesaran hati dan limpa ( hepatosplenomegali ) dapat menyebabkan nafsu makan berkurang, limbung, kesulitan berbicara, gerakan mata yang cepat dan kejang - kejang, gangguan tidur, mengantuk di siang hari dan terjaga di malam hari. Penyakit ini juga dapat menyerang remaja.
  6. Aterosklerosis. Penyakit yang disebabkan penebalan dinding pembuluh darah akibat dari penumpukan lemak seperti kolestrol dan trigliserida. Aterosklerosis ini sebagian besar menyerang manula, namun dapat juga anak - anak usia dini.
  7. Progressive Supranuclear Palsy. Gejala umum PSP adalah kehilangan keseimbangan, berjalan dengan cepat dan tidak terarah menyebabkan tabrakan dengan benda atau orang didepannya, kesulitan berbicara dan mengedipkan mata, gangguan tidur dan sembelit. PSP menyebabkan kerusakan dan kematian volume tertentu otak.
  8. Kanker. Kanker disebabkan  pertumbuhan sel yang tidak diatur. Pada kanker, sel-sel membelah dan tumbuh tak terkendali, membentuk tumor ganas, dan menyerang bagian tubuh dekatnya. Kanker juga dapat menyebar melalui aliran darah. Kanker biasanya diobati dengan kemoterapi , terapi radiasi dan pembedahan. Kanker ini adalah penyakit yang banyak disebabkan faktor lingkungan seperti gaya hidup, alkohol, tembakau, kegemukan, infeksi, radiasi, polusi,  dan stress (90% - 95%) dan hanya 5% - 10% disebabkan oleh faktor keturunan. Penyakit ini memiliki kecendrungan menyerang manusia usia 50 - 75 tahun.
  9. Essential tremor.
  10. Tay-Sachs Disease.
  11. Diabetes. Diabetes mellitus, atau diabetes, adalah sekelompok penyakit metabolik di mana seseorang memiliki gula darah yang tinggi, baik karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, atau karena sel tidak merespon insulin yang dihasilkan. Tinggi gula darah menghasilkan gejala klasik poliuria (sering kencing), polidipsia (haus meningkat) dan polifagia (kelaparan meningkat). Diabetes menyerang manusia berusia diatas 40 tahun.
  12. Heart Disease. Penyakit kardiovaskular mengacu pada setiap penyakit yang mempengaruhi sistem kardiovaskular , penyakit jantung terutama, penyakit pembuluh darah otak dan ginjal , dan penyakit arteri perifer. Penyebab penyakit kardiovaskular yang beragam namun aterosklerosis dan atau hipertensi adalah yang paling umum. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di dunia. Faktor resiko penyakit jantung: usia, jenis kelamin, tekanan darah tinggi, serum kolesterol tingkat tinggi,  merokok tembakau, konsumsi alkohol berlebihan, riwayat keluarga, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, faktor psikososial, diabetes mellitus, polusi udara. Diperkirakan bahwa 87 persen orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner adalah lebih dari 60 tahun dan lebih tua.
  13. Keratoconus.
  14. Inflammatory Bowel Disease (IBD).
  15. Prostatitis
  16. Osteoarthritis
  17. Osteoporosis. Penyakit tulang yang mengarah ke peningkatan risiko patah tulang. Dalam osteoporosis, kepadatan mineral tulang berkurang, mikroarsitektur tulang memburuk, jumlah dan protein dalam tulang yang berubah. Penyakit ini menyerang manusia diusia 75 tahun.
  18. Rheumatoid Arthritis. Atau lebih dikenal dengan rematik adalah gangguan inflamasi sistemik kronis yang dapat mempengaruhi banyak jaringan dan organ, tetapi terutama menyerang fleksibelitas (sinovial) sendi. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian dan menyebabkan kondisi yang sangat menyakitkan, yang dapat menyebabkan kerugian besar fungsi dan mobilitas jika tidak diobati. Penyakit ini menyerang manusia diusia 40 - 50 tahun.
  19. Huntington's Disease.
  20. Chronic traumatic encephalopathy.
  21. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Atau dikenal dengan penyakit paru - paru. Salah satu penyebab utama kematian keenam besar di seluruh dunia pada manusia diatas usia 40 tahun.
  22. Marfan's Syndrome.


Pin It!